Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Madiun Evakuasi 89 Warga Klaster Hajatan ke RSUD Dolopo

Selasa 15 Jun 2021 07:45 WIB

Red: Ani Nursalikah

Madiun Evakuasi 89 Warga Klaster Hajatan ke RSUD Dolopo. Petugas dengan menggunakan mobil ambulans bersiap menjemput warga yang dinyatakan positif COVID-19 di Desa Bantengan, Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (14/6/2021) malam. Pemkab Madiun mengerahkan 25 unit mobil ambulans untuk menjemput 88 warga positif COVID-19 dari klaster hajatan pernikahan di desa tersebut untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Madiun Evakuasi 89 Warga Klaster Hajatan ke RSUD Dolopo. Petugas dengan menggunakan mobil ambulans bersiap menjemput warga yang dinyatakan positif COVID-19 di Desa Bantengan, Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (14/6/2021) malam. Pemkab Madiun mengerahkan 25 unit mobil ambulans untuk menjemput 88 warga positif COVID-19 dari klaster hajatan pernikahan di desa tersebut untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Foto: Antara/Siswowidodo
Pemkab Madiun mengerahkan 26 unit ambulans untuk evakuasi warga.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengevakuasi 89 warga yang dinyatakan positif Covid-19 ke RSUD Dolopo. Mereka adalah warga di Desa Bantengan dan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang merupakan klaster hajatan.

"Tugas pertama adalah melokalisasi agar tidak terjadi penularan yang lebih luas. Puluhan warga tersebut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau tes swab dan isolasi di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami di sela kegiatan evakuasi, Senin malam (14/6).

Baca Juga

Menurut dia, puluhan warga tersebut sedianya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing usai dites cepat antigen dan hasilnya positif. Namun, Bupati Ahmad mengambil tindakan tegas dengan mengevakuasi puluhan warganya yang dicurigai terpapar positif Covid-19 tersebut demi mengantisipasi penularan yang meluas.

"Karakter warga sini, isolasinya tidak diam di rumah masing-masing. Hal itu jelas berisiko terjadi penularan ke warga lainnya. Karenanya harus isolasi di rumah sakit. Lagi pula ada yang mengalami gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala," katanya.

Untuk mengevakuasi puluhan warga tersebut, Pemkab Madiun mengerahkan 26 unit mobil ambulans yang didatangkan dari sejumlah puskesmas. Sesuai data, dari 89 warga yang dievakuasi tersebut, 66 orang merupakan warga Dusun Bulurejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu yang menghadiri acara hajatan pernikahan.

Sedangkan 22 orang lainnya merupakan warga Dusun Kedungrejo, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu yang merupakan kontak erat dari kegiatan hajatan tersebut. Sementara satu warga lainnya merupakan anak kecil yang belum menjalani pemeriksaan tes cepat.

Namun karena mengalami gejala batuk, pilek, dan sesak nafas, maka juga turut dievakuasi. Sebelumnya, Pemkab Madiun menemukan hasil 66 orang positif atau reaktif saat melakukan tes cepat antigen terhadap ratusan warga di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (13/6).

Tes cepat antigen itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti ratusan warga desa yang mengalami gejala Covid-19 setelah menghadiri hajatan pernikahan salah satu warga setempat pekan lalu. Setelah dilakukan tracing oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun, diperoleh tambahan 22 warga yang hasil tes cepat antigennya juga positif karena merupakan kontak erat. Puluhan warga tersebut kini dievakuasi dan menjalani isolasi di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA