Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Politikus PDIP Disebut Dapat Proyek Bansos Puluhan Miliar

Selasa 15 Jun 2021 00:41 WIB

Rep: Dian Fath Risalah  / Red: Bayu Hermawan

Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mendengarkan keterangan saksi saat sidang lanjutan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana paket Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020  di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK. Republika/Thoudy Badai

Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mendengarkan keterangan saksi saat sidang lanjutan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana paket Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Dalam persidangan disebut politikus PDIP terima proyek bansos dari Juliari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Saksi di persidangan Juliari Batubara menyebut Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus disebut mempunyai hubungan kedekatan dengan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Politikus PDIP itu juga terungkap sering bertamu ke ruangan Juliari.

Hal itu diungkapkan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial (Kemensos) M Syafii Nasution saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara suap dana bantuan sosial (Bansos) Covid-19 dengan terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/6).

Baca Juga

Awalmya, jaksa penuntut umum pada KPK Ikhsan Fernandi mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Syafii Nasution ihwal perkenalannya dengan Ihsan Yunus.

"Saya mengetahui bahwa Saudara Ihsan Yunus memang sangat dekat dengan Pak Menteri Juliari Batubara, dan saya juga mengetahui bahwa Saudara Ihsan Yunus sering bertamu ke ruangan Pak Menteri," tanya jaksa ikhsan.

"Betul," jawab Syafii.

Jaksa pun langsung membacakan BAP milik Syafii. Dalam BAP, Syafii mengaku mengenal Ihsan Yunus sebagai wakil ketua Komisi VIII DPR RI dari fraksi PDI-P. Komisi VIII merupakan komisi yang bermitra dengan Kemensos. Beberapa kali Syafii hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR. Saat itu Syafii melihat Ihsan memimpin RDP.

Masih dalam BAP yang dibacakan jaksa, Syaffi menerangkan bahwa Ihsan Yunus datang ke ruangannya pada Maret 2020. Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah Syaffi dilantik sebagai direktur PSKBA pada tanggal 19 Maret 2020.

"Dalam BAP No. 6 Saudara mengatakan 'Saat itu beliau (Ihsan Yunus) menyampaikan ke saya bahwa beliau barusan berkunjung dari ruang Pak Menteri Juliari Batubara dan sudah berbicara terkait paket-paket pengadaan bantuan Covid-19'," kata jaksa Ikhsan.

Ihsan saat itu bermaksud mengerjakan beberapa paket pengadaan bantuan bencana Covid-19 di Direktorat PSKBA yang dipimpun Syafii. Ihsan saat itu juga bertanya kepada Syafii apa saja kegiatan dan paket pengadaan yang ada di direktorat PSKBA. Lantaran mengetahui Ihsan dekat dengan Juliari dan sering datang ke kantor menteri, Syafii saat itu langsung memberikan hal yang diminta Ihsan.

"Saat itu saya langsung menyatakan siap dan langsung mengiyakan permintaan beliau. Pada saat itu kebetulan di Direktorat PSKBA ada paket paket pengadaan penunjang alat-alat penanggulangan wabah Covid-19, seperti masker, disinfektan, sarung tangan, dan APD. Saya sampaikan secara umum paket paket pengadaan yang ada di direktorat kami kepada Ihsan Yunus," sambung jaksa Ikhsan.

"Selanjutnya saya langsung memanggil staf-staf saya yaitu saudara Matheus Joko Santoso dan Deni dan langsung saya sampaikan agar mereka langsung mengurus administrasinya terkait paket-paket pengadaan milik Pak Ihsan Yunus," ujar jaksa Ikshan.

Atas permintaan itu, Syafii kemudian melaporkannya ke Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin. Oleh Pepen, Syafii diperintahkan untuk mengikuti perintah Ihsan.

"Pepen Nazaruddin kemudian memerintahkan saya untuk mengikuti saja karena beliau orangnya menteri," terang jaksa Ihsan.

Matheus Joko disebut juga membuat laporan tertulis mengenai paket tersebut. Jaksa menyebut Ihsan Yunus mendapatkan total paket sebesar Rp 54.430.150.000.

"Selanjutnya, Saudara Ihsan Yunus mendapatkan total paket sebesar Rp54.430.150.000,00 yang terdiri atas paket-paket sebagai berikut sebagaimana dalam tabel nomor 1 nama paket pengadaan bantuan penanganan Covid-19 PT DS Solution'," ujar jaksa.

Secara teknis paket-paket pekerjaan milik Ihsan kemudian dikerjakan atau staf operator yang mengurus paket-paket pengadaan milik Ihsan di Kemensos. Operator tersebut yakni Iman Ikram yang merupakan adik kandung Ihsan Yunus dan Agustri Yogasmara alias Yogas.

"Secara teknis kemudian paket-paket pekerjaan milik Pak Ihsan Yunus tersebut itu dikerjakan oleh staf atau operator beliau yang mengurus paket-paket pengadaan milik beliau di Kemensos, yaitu Saudara Yogas dan Iman Ikram', benar seperti ini saksi?" tanya jaksa.

"Benar," kata Syafii mengamini.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA