Senin 14 Jun 2021 18:33 WIB

Kopi Indonesia Juga Bisa 'Dinikmati' Via Lukisan

Untuk melukis satu wajah biasa pakai kopi espresso 5-10 shot.

Anang Solih bersama salah satu karyanya.
Foto: Dok. Pri
Anang Solih bersama salah satu karyanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kopi Indonesia digandrungi oleh semua lapisan masyarakat termasuk di dalamnya para pekerja seni. Namun, di tangan pekerja seni, kopi dinikmati bukan sebagai minuman semata tapi menjelma menjadi karya yang luar biasa. Hal itu dilakukan oleh  Anang Solih (Arya Setra), Pelukis Kopi asal Bandung, Jawa Barat biasa dikenal “lukisan kopi Arya Setra".

Menurut pengakuan Arya Setra, sejak tahun 2013 berkarya sampai sekarang, sudah ratusan lukisan kopi terjual. Pembeli lukisan kopi pertamanya adalah orang Jerman. Arya lebih lanjut menjelaskan bahwa ia terinspirasi dan menggeluti lukis kopi sejak 2010, berawal dari unsur ketidaksengajaan, yang kemudian dikembangkan dari tahun 2013 hingga saat ini. “Awalnya dari tidak sengaja karena kopi tumpah di kanvas, yang akhirnya saya goreskan jadi lukisan. Mulai 2013 saya mengembangkan lukis pakai kopi, khususnya dari ampas/bubuk dan kopi espresso,” ujarnya, Senin (14/6).

Arya menjelaskan, untuk lukisan tergantung besar kecilnya media kanvas yang digunaka. Untuk melukis satu wajah biasa pakai kopi espresso 5-10 shot.

Alasan pria asal Bandung ini menggunakan kopi karena Indonesia penghasil kopi keempat di dunia. Sehingga, bahan baku sangat mudah untuk didapatkan dari Kopi Gayo sampai Wamena. “Biasanya, yang sering saya gunakan untuk melukis kopi dari Gayo, Toraja, Bengkulu dan Jawa Barat,” kata dia.

Sebelumnya, Arya telah bergabung di komunitas perkumpulan petani dan penggiat kopi Indonesia yaitu Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) mulai dari tahun 2020. Untuk bahan baku lukisan kopi biasanya ia peroleh dari salah satu anggota ASKI. ASKI sendiri  berlokasi di daerah Jakarta Utara, tepatnya, Ancol.

Melukis kopi tak hanya sekadar hobi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain melukis dengan menggunakan kopi, Arya juga menjual kopi dalam bentuk kemasan Drip Bag.

“Harapannya kopi Indonesia bisa menjadi kopi nomor satu di dunia baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dan para petani kopi Indonesia bisa sejahtera," kata dia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan terus mendorong dan pembangunan sektor pertanian termasuk subsektor perkebunan agar lebih maju, mandiri, dan modern. Tidak berhenti di situ, Mentan SYL bersama stakeholders lainnya berkolaborasi agar masyarakat luas semakin cinta dan bangga terhadap komoditas maupun hasil olahan produk pertanian Indonesia khususnya dalam hal ini komoditas perkebunan, salah satunya adalah kopi.

Diharapkan, sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu petani untuk memasarkan hasil panen atau hasil olahan produk dan mampu membuka peluang yang lebih luas dalam menghubungkan petani dengan berbagai jenis usaha lainnya, salah satunya kreativitas di dunia seni melalui media kopi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement