Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Pemerintahan Baru Israel Gelar Rapat Kabinet Pertama

Senin 14 Jun 2021 17:31 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

PM Israel Naftali Bennett menyebut pembentukan pemerintahan baru adalah keajaiban. Ilustrasi.

PM Israel Naftali Bennett menyebut pembentukan pemerintahan baru adalah keajaiban. Ilustrasi.

Foto: EPA
PM Israel Naftali Bennett menyebut pembentukan pemerintahan baru adalah keajaiban

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM --  Pemerintah baru Israel mengadakan rapat kabinet pertama pada Ahad (13/6) malam, setelah pemungutan suara di Knesset. Naftali Bennett unggul dalam pemilihan suara dan dia akan menjabat sebagai perdana menteri, menggantikan Benjamin Netanyahu yang menjabat selama 12 tahun.

Memimpin pertemuan yang diadakan di Knesset, Perdana Menteri Naftali Bennett membuka sambutannya dengan doa syukur “Shehechiyanu”. “Kami berada di awal hari-hari baru,” katanya, sambil menyebut pembentukan pemerintahan baru adalah keajaiban.

Bennett berjanji pemerintah baru akan bekerja untuk memperbaiki keretakan di Israel setelah dua tahun mengalami kebuntuan politik. Bennett mendesak para menterinya untuk menunjukkan "pengendalian" atas berbagai perbedaan ideologis di antar partai-partai yang berbeda.

Bennett yang merupakan pemimpin Partai Yamina akan menjadi pemimpin pemerintahan baru Israel hingga September 2023. Setelah itu Bennet akan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin partai Yesh Atid, Yair Lapid, untuk dua tahun sisa masa jabatan perdana menteri. Netanyahu yang merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Israel akan tetap menjadi pemimpin Partai Likud dan oposisi.

Lapid yang duduk di samping Bennett mengatakan persahabatan dan kepercayaan adalah dasar dari pemerintah. "Hanya persahabatan dan kepercayaan yang akan membuatnya tetap berkuasa," ujarnya.

Netanyahu mengadakan pertemuan dengan Bennett pada Senin (14/6) untuk menyerahkan kursi perdana menteri. Serah terima jabatan akan berlangsung di Kantor Perdana Menteri di Yerusalem. Perdana menteri yang akan keluar tidak akan mengambil bagian dalam acara serah terima tradisional dengan perdana menteri baru, di kediaman perdana menteri.

Dalam upaya untuk memastikan transisi yang mulus, Bennett akan mempertahankan Avi Blot dalam perannya sebagai sekretaris militer.  Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat juga akan tetap menjabat sampai penggantinya ditunjuk. Sebelumnya kedua pejabat tinggi itu ditunjuk oleh Netanyahu.

Setelah rapat kabinet, Bennett bertemu dengan Blot dan Ben-Shabbat untuk pengarahan keamanan pertamanya sebagai perdana menteri. Pada Senin, sejumlah kementerian sudah menggelar serah terima jabatan antara menteri yang keluar dan penggantinya.

Pemimpin partai Biru dan Putih Benny Gantz tetap menjadi menteri pertahanan. Sementara Pemimpin Yisrael Beytenu, Avigdor Liberman, dilantik sebagai menteri keuangan pada Ahad.

Pemimpin New Hope, Gideon Sa'ar, diangkat menjadi menteri kehakiman, sementara Ayelet Shaked dari Yamina diangkat menjadi menteri dalam negeri dan Matan Kahana dari Yamina mengambil peran sebagai menteri urusan agama. 

Merav Michaeli dari Partai Buruh menjadi menteri transportasi dan sesama anggota partainya Omer Barlev menjadi menteri keamanan publik yang baru. Pemimpin Meretz, Nitzan Horowitz, diangkat menjadi menteri kesehatan.

Koalisi pemerintahan baru mewakili beragam partai. Para pemimpin partai telah berjanji untuk bekerja melalui konsensus sebagai langkah untuk menyembuhkan keretakan dalam masyarakat Israel tanpa melintasi garis merah ideologis mereka sendiri.

Pemerintahan dari koalisi yang baru terbentuk itu terdiri dari berbagai partai. Selain Partai Yesh Atid dan Partai Bennett, Yamina, koalisi baru juga mendapat dukungan dari Partai Israel Beiteinu (Israel Rumah Kita) yang dipimpin oleh Avigdor Lieberman, serta Partai Kahol Lavan (Biru dan Putih) yang dipimpin oleh Benny Gantz.

Baca Juga

Kemudian ada Partai Buruh yang dipimpin oleh Merav Michaeli, partai sosial-demokrat Meretz yang dipimpin oleh Nitzan Horowitz, serta Partai Ra'am (Partai Arab Bersatu) yang dipimpin oleh Mansour Abbas.

sumber : Times of Israel
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA