Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Pengamat: Duet Prabowo-Puan Hasilkan Nuansa Baru

Senin 14 Jun 2021 12:52 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus Yulianto

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Koalisi Gerindra-PDIP tergolong ideal atas dasar kesamaan ideologis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti senior Pusat Penelitian Politik-LIPI, Siti Zuhro menduga, wajah baru bakal menghiasi pertarungan perebutan kursi RI 1 di Pilpres 2024. Namun, menurutnya, nama lama masih berpeluang muncul dengan ditemani wajah baru.

Zuhro menyampaikan, akan terjadi perubahan peta politik kalau Joko Widodo tak lagi mencalonkan diri di Pilpres. Kondisi ini akan memunculkan nama baru yang selama ini belum pernah tampil di medan tempur sekelas Pilpres.

"Pilpres 2024 trennya cenderung memunculkan wajah-wajah baru selepas Jokowi tidak bisa lagi mencalonkan diri," kata Prof Zuhro kepada Republika, Senin (14/6).

Zuhro mengamati, nama lama seperti Prabowo Subianto sangat berpeluang kembali bertarung. Apalagi, elektabilitasnya selalu tinggi di berbagai survei.

"Kans Prabowo dalam Pillpres 2024 akan selalu ada, tapi apakah pencalonannya nanti bisa menghasilkan kemenangan? Hal tersebut yang tidak bisa dijamin atau dijanjikan," sebut Zuhro.

Dia meyakini, Prabowo akan dipasangan dengan Puan Maharani. Wacana duet keduanya kuat mengemuka meski menuntut keikhlasan PDIP selaku pemilik suara terbesar di parlemen. 

Dia tak sepakat dengan wacana duet Megawati-Prabowo lantaran hanya cerita lama. "Berpasangan dengan Puan bisa lebih menghadirkan nuansa kebaruan pasangan, ketimbang dengan Megawati," ujar Zuhro.

Dia memandang, koalisi Gerindra-PDIP tergolong ideal atas dasar kesamaan ideologis. Ia menyarankan, agar Prabowo-Puan menawarkan gagasan-gagasan baru dalam mengatasi berbagai masalah di Tanah Air.

"Berkoalisinya PDIP-Gerindra menjadi koalisi yang mantap, baik secara mesin partai maupun ketokohan. Namun, paslon ini harus mampu menunjukkan kebaruan dalam program untuk mengatasi krisis pandemi dan kemiskinan yang serius di Indonesia," ujar Zuhro.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, unggul dalam survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk 'Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019'. Dalam simulasi semi terbuka dengan 42 nama, Prabowo unggul dengan 21,5 persen.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1220. Margin of error survei di angka +- 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  Pengambilan data di lapangan dilakukan pada 21-28 Mei 2021. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA