Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Jelang Laga Copa America, Messi Khawatir Tertular Covid-19

Senin 14 Jun 2021 12:22 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Argentina Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Chile pada pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 Amerika Selatan antara Chile dan Argentina di Santiago del Estero, Argentina, 03 Juni 2021.

Pemain Argentina Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Chile pada pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 Amerika Selatan antara Chile dan Argentina di Santiago del Estero, Argentina, 03 Juni 2021.

Foto: EPA-EFE/Juan Mabromata
Argentina akan menghadapi Cile besok.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Megabintang Argentina Lionel Messi mengaku khawatir tertular Covid-19, sehari sebelum timnya menjalani laga perdana Copa America 2021 melawan Cile di Rio de Janeiro pada Selasa (15/6). "Ini mengkhawatirkan kami karena ada risiko semua orang bisa terkena Covid-19," katanya kepada wartawan jelang pertandingan yang dikutip Reuters pada Senin (14/6).

CopaAmerica tahun ini memang dihantui wabah Covod-19 terutama setelah pemain dan ofisial dari timnas Bolivia, Kolombia, dan Venezuela dinyatakan positif terkena virus bahkan sebelum turnamen terbesar di Amerika Selatan itu dimulai pada Senin di Brasil.

"Kami mencoba untuk berhati-hati, tetapi itu tidak mudah. Hal-hal seperti ini terjadi," kata Messi."Kami akan mencoba melakukan semua yang kami bisa sehingga tidak ada yang tertular, tetapi terkadang itu tidak hanya bergantung pada diri kami sendiri," kata Messi menambahkan.

Messi diyakini belum divaksinasi, meskipun Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengatakan pada April telah menerima vaksin dan akan memberikan semua pemain internasional vaksin sebelum Copa America dimulai. Argentina sendiri awalnya menjadi tuan rumah Copa America tahun ini, tetapi mengundurkan diri di saat-saat terakhir karena adanya lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Turnamen itu kemudian dipindahkan ke Brasil, meski angka kematian di negara tersebut lebih tinggi daripada negara-negara lain di luar Amerika Serikat. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA