Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Jasad WNA China Chang Yang Ditemukan

Senin 14 Jun 2021 06:38 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Foto: Foto : MgRol112
Basarnas akan mengevakuasi jasad WNA itu pagi hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, KONAWE -- Tenaga Kerja Asing (TKA) bernama Chang Yang (30) asal China yang dilaporkan hilang tenggelam sejak Senin (7/6) di Sungai Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi, melalui rilis Humas Basarnas Kendari, Ahad malam mengatakan pihaknya mendapat informasi dari seseorang nelayan bernama Polo yang menemukan jenazah terapung di sekitar Pulau Samarengga, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Jenazah itu mirip dengan TKA yang dilaporkan hilang."

Pada pukul 13.40 Wita, kami menerima informasi dari seorang nelayan bernama Bapak Polo bahwa pada pukul 09.00 Wita telah ditemukan jenazah di sekitar Pulau Samarengga, dimana jenazah yang ditemukan memiliki ciri-ciri yang sama dengan korban TKA yang tenggelam di muara Sungai Sampara, Kecamatan Kapoiala, Konawe," kata Aris.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari enam orang Rescuer Basarnas Kendari, satu orang personel Polairud Molawe, satu personel Pos AL Molawe, satu orang Divisi Keamanan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan satu orang juru bicara dari pihak perusahaan/jubir dari PT Dras, berangkat menuju pulau Samarengga dengan menggunakan RIB Basarnas Kendari.

Tim SAR gabungan tiba di Pulau Samarengga, Kabupaten Morowali pada pukul 19.10 Wita namun karena kondisi cuaca sehingga jasad korban belum bisa dievakuasi. Aris menyampaikan bahwa jasad korban bakal dievakuasi ke tempat TKA itu bekerja yakni di perusahaan tambang nikel PT Obsidian Stainlies Stell, di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

"(Jasad) korban belum bisa dievakuasi dikarenakan kondisi cuaca dan keterbatasan penerangan, sehingga Tim SAR gabungan memutuskan untuk mengevakuasi (jasad) korban menuju Konawe pada pagi hari," ujar dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA