Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Uni Eropa: Setop AstraZeneca untuk Usia 60 Tahun ke Atas

Ahad 13 Jun 2021 20:35 WIB

Red: Nashih Nashrullah

AstraZeneca mendapat perhatian khusus kalangan medis di Eropa. Ilustrasi AstraZeneca

AstraZeneca mendapat perhatian khusus kalangan medis di Eropa. Ilustrasi AstraZeneca

Foto: Republika/Thoudy Badai
AstraZeneca mendapat perhatian khusus kalangan medis di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN— Negara-negara juga harus menghentikan pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca pada orang di atas usia 60 tahun, di tengah kekhawatiran pembekuan darah langka dan saat persediaan vaksin lebih banyak. 

Hal ini disampaikan Kepala Satgas Covid-19 Regulator Obat Uni Eropa, Marco Cavaleri, kepada surat kabar Italia La Stampa, Ahad (13/6).   

Baca Juga

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menganggap suntikan Astrazeneca aman bagi semua kalangan usia. Namun, sejumlah negara anggota Uni Eropa menghentikan pemberian vaksin tersebut pada orang di bawah usia tertentu, biasanya berkisar antara 50-65 tahun, membatasi penggunaannya pada populasi yang lebih tua akibat kasus pembekuan darah langka, terutama di kalangan kaum muda.

"Dalam konteks pandemi, posisi kami adalah bahwa rasio risiko-manfaat tetap menguntungkan untuk semua kelompok usia," kata ketua Satgas Covid-19 Marco. 

Namun, saat jumlah kasus Covid-19 menurun dan dengan mempertimbangkan bahwa populasi yang lebih mudah kurang berisiko terinfeksi Covid-19, Cavaleri mengatakan akan lebih baik menggunakan vaksin Covid-19 berdasarkan teknologi messenger RNA (mRNA), seperti vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech.

Ditanya apakah otoritas kesehatan harus menghindari pemberian vaksin Astrazeneca pada usia di atas 60 tahun, Cavaleri menjawab, "Ya, dan banyak negara, seperti Prancis dan Jerman, mempertimbangkannya mengingat ketersediaan vaksin mRNA yang lebih banyak."

Pemerintah Italia pada Jumat (11/6) mengatakan akan membatasi penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada orang di atas usia 60 tahun, setelah seorang remaja penerima vaksin tersebut meninggal akibat pembekuan darah langka.

Seperti banyak negara Eropa, Italia langsung menghentikan vaksinasi dosis AstraZeneca pada Maret atas kekhawatiran kasus langka pembekuan darah.

Vaksin digunakan kembali pada bulan berikutnya dengan rekomendasi bahwa produk tersebut "lebih disukai" digunakan untuk orang di atas usia 60 tahun, setelah EMA mengatakan khasiat vaksin lebih besar ketimbang risikonya.

Sumber: Reuters

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA