Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Selama Mei 2021, Terjadi 407 Gempa di Sumut-Aceh

Ahad 13 Jun 2021 17:34 WIB

Red: Ratna Puspita

Pusat Gempa Regional (PGR) I, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat dari 1-31 Mei 2021, sedikitnya 407 gempa bumi terjadi di Sumatera Utara dan Aceh.

Pusat Gempa Regional (PGR) I, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat dari 1-31 Mei 2021, sedikitnya 407 gempa bumi terjadi di Sumatera Utara dan Aceh.

Foto: Pixabay
Ada beberapa wilayah dengan aktivitas tektonik tergolong sangat aktif.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pusat Gempa Regional (PGR) I, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat dari 1-31 Mei 2021, sedikitnya 407 gempa bumi terjadi di Sumatera Utara dan Aceh. Berdasarkan peta seismisitas, ada beberapa wilayah dengan aktivitas tektonik tergolong sangat aktif sepanjang Mei 2021.

Peneliti PGR 1 BBMKG Medan Marzuki Sinambela di Medan, Ahad (13/6), mengatakan, wilayah yang sangat aktif, yakni Sesar Seulimeum, Sesar Aceh Central, Sesar lokal sekitar Samosir, dan zona Outerrisedi barat daya Nias Barat. Sedangkan di wilayah lain sebarannya relatif tidak terlalu banyak. 

Baca Juga

Berdasarkan Magnitudo, gempa pada Mei 2021 dengan Magnitudo di bawah 4,0 terjadi sebanyak 362 kejadian, gempa magnitudo di atas 4,0 sebanyak 41 kejadian dan gempa dengan Magnitudo di atas 5,0 sebanyak 4 kejadian. Untuk gempa bumi berdasarkan lokasinya, di bulan Mei 2021 dominan terjadi di darat sebanyak 231 kejadian dan di laut sebanyak 176 kejadian. Berdasarkan kedalaman, gempa yang terjadi dibagi menjadi 2 klaster, yaitu skala dangkal 350 kejadian, skala menengah 57 kejadian.

Sementara itu, staf analisa PGR 1 Endah Puspita menjelaskan, berdasarkan hasil analisa gempa bumi mulai 1-31 Mei 2021, terdapat 13 kejadian gempa bumi yang dapat dirasakan di wilayah PGR 1. BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan dengan adanya kejadian itu. 

Masyarakat jangan terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, yakni (Instagram/Twitter @infoBMKG), website ( http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA