Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Panglima Ambil Langkah Antisipasi Peningkatan Kasus Covid

Ahad 13 Jun 2021 10:13 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) memerintahkan jajarannya bersiap hadapi lonjakan kasus Covid-19.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) memerintahkan jajarannya bersiap hadapi lonjakan kasus Covid-19.

Foto: ANTARA FOTO
Panglima tegaskan pentingnya data obyektif kasus Covid-19 sebagai pijakan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, meminta Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Kepala Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet mengantisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 di ibu kota DKI Jakarta. Dia memerintahkan mereka untuk memastikan segala keperluan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 dapat siap digunakan.

"Pastikan kesiapan tempat tidur ruang perawatan, tenaga kesehatan, perlengkapan yang dibutuhkan. Serta obat-obat yang tersedia dan dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19," ujar Hadi dalam siaran pers, Ahad (13/6).

Hal itu ia sampaikan saat menggelar rapat khusus menyikapi lonjakan Covid-19, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/6). Diketahui, beberapa hari terakhir, RSD Wisma Atlet mengalami peningkatan pasien yang cukup signifikan.

“Tingkatkan dan tegakkan fungsi Posko PPKM Skala Mikro di area servis Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya untuk memastikan disiplin protokol kesehatan dilaksanakan di tengah masyarakat, kemudian juga pelaksanaan testing dan tracing untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19,” kata dia.

Panglima TNI mengingatkan, setiap petugas yang ada di lapangan harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik. Dengan demikian setiap petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal, baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, tracing, pengawasan isolasi mandiri, pemantauan, dan distribusi logistik.

“Laksanakan terus pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR (Bed Occupancy Rate) ICU, dan BOR isolasi serta laporkan data secara obyektif agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif pula,” ujar dia.

Panglima TNI menjelaskan, jika data nyata di lapangan diketahui dengan detail, maka kesimpulan yang tepat dapat segera diambil. Hal itu akan berujung pada pengambilan keputusan yang akan semakin tepat sasaran.

“Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali,” ungkap dia.

Di samping itu, treatment juga harus berjalan dengan baik, yaitu ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, serta tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri. Hal tersebut, kata Hadi, harus selalu dievaluasi untuk mengambil langkah perbaikan.

"Tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan,” jelas dia.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA