Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Kementan Kenalkan Inovasi Agropreneur Milenial di Yogyakarta

Ahad 13 Jun 2021 07:22 WIB

Red: Gita Amanda

Kementerian Pertanian (Kementan) hingga saat ini tengah berupaya menggerakkan anak muda untuk terjun pada sektor pertanian melalui Program Gerakan Petani Milenial.

Kementerian Pertanian (Kementan) hingga saat ini tengah berupaya menggerakkan anak muda untuk terjun pada sektor pertanian melalui Program Gerakan Petani Milenial.

Foto: dok. Kementan
Diharakan target sebanyak 2,5 juta petani milenial bisa tercapai pada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan berbagai produk hasil inovasi para agropreneur milenial melalui "The 2nd Millenial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo 2021" selama dua hari di Yogyakarta mulai 12-13 Juni 2021.

"Melalui acara ini diharapkan muncul para agropreneur milenial Indonesia sebanyak-banyaknya. Di saat yang sama juga terbentuk kerja sama yang erat di antara mereka," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, di Yogyakarta, Sabtu (12/6) lalu.

Baca Juga

"The 2nd MIA Expo" yang berlangsung di Ambarukmo Plaza Yogyakarta itu mengusung tema "Millennial Agropreneur; Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif ". Pameran tersebut memperkenalkan produk para wirausahawan muda pertanian dari berbagai daerah mulai dari kopi jamu dan beragam kopi nusantara lainnya, hingga aplikasi juru tani.

Para peserta berasal dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) seluruh Indonesia, SMK Pertanian lingkup Kementan, Duta Petani Milenial, hingga peserta program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). "Saya berharap anak-anak muda kita mampu menampilkan produk-produknya, hasil jerih payahnya, serta mampu menawarkan produk pertanian di pasar domestik hingga internaisional," ujar Dedi.

Peningkatan daya saing pertanian di Indonesia, bakal bergantung pada para petani milenial yang memiliki inovasi, produktivitas tinggi, serta mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Upaya regenerasi dari petani tua ke petani muda atau milenial merupakan kebutuhan mendesak mengingat 70 persen petani di Indonesia saat ini telah berusia tua.

"Saat ini lebih dari 70 persen petani kita umurnya antara 40 sampai 45 tahun alias petani tua dan kurang 30 persen petani kita berumur kurang dari 45 tahun alias petani milenial," ujar dia. Melalui beragam program yang dilaksankan termasuk penyelenggaraan MIA Expo 2021, diharakan target sebanyak 2,5 juta petani milenial bisa tercapai pada 2024.

Kepala Pusat Pendidikan BPPSDMP Idha Widi Arsanti, berharap MIA Expo 2021 yang digelar dengan menerapkan prinsip adaptasi kebiasaan baru semakin meningkatkan minat para milenial untuk terjun dalam bisnis pertanian. Selain memamerkan produk pertanian melalui 20 tenan, MIA Expo 2021 yang ditargetkan dihadiri 1.000 peserta per hari secara luring dan 3.000 peserta secara daring itu juga berlangsung beragam talk show seperti peluang ekspor petani milenial hingga podcast mengenai agroeduwisata dan ekonomi kreatif.

"Yogyakarta dipilih untuk penyelenggaraan 'MIA Expo 2021' karena memiliki keunggulan ekonomi kreatif dan petani milenial yang sangat dominan," kata Idha.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA