Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Macron ke Johnson: Patuhi Kesepakatan Brexit

Sabtu 12 Jun 2021 17:26 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: AP/Thibault Camus
Hubungan Inggris dan Prancis memburuk setelah London keluar dari Uni Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, CARBIS BAY -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu bahwa hubungan Prancis-Inggris hanya dapat 'diatur ulang' jika Johnson mendukung kesepakatan pemisahan Brexit yang dia tandatangani dengan Uni Eropa. Sejak Inggris menyelesaikan keluarnya dari Uni Eropa akhir tahun lalu, hubungan dengan blok itu dan khususnya Prancis telah memburuk.

Macron menjadi kritikus paling vokal atas penolakan London untuk menghormati ketentuan bagian dari kesepakatan Brexit. Pada pertemuan di Kelompok Tujuh negara ekonomi paling maju di dunia di Inggris barat daya, Macron mengatakan kepada Johnson bahwa kedua negara memiliki kepentingan yang sama, tetapi hubungan itu hanya dapat meningkat jika Johnson menepati janjinya tentang Brexit.

Baca Juga

"Presiden memberi tahu Boris Johnson bahwa perlu ada pengaturan ulang hubungan Prancis-Inggris," kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim.

"Ini bisa terjadi asalkan dia menepati janjinya dengan orang Eropa," kata sumber itu, menambahkan.

Macron berbicara dalam bahasa Inggris kepada Johnson.  PM Johnson akan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu. Johnson menjadi tuan rumah pertemuan G7, menginginkan KTT untuk fokus pada isu-isu global.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA