Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Pemuda Ini Temukan Tujuh Sumber Air di Wilayah Kekeringan

Jumat 11 Jun 2021 05:39 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Meski tuli dan tak bisa bicara, Jarot sangatlah cerdas.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOGIRI -- Wilayah kekeringan di Wonogiri, Jawa Tengah sedang bangga akan kehadiran Jarot Luqman Hakim. Sosok berusia 23 tahun ini mampu menciptakan alat sederhana untuk mendeteksi keberadaan sumber air di Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Wilayah Giritontro sendiri diketahui langganan kekeringan ketika kemarau melanda, sehingga keberadaan air menjadi begitu sangat dinantikan di sini.

Bukan hanya satu, tercatat sudah ada tujuh sumber air yang berhasil ditemukan berkat kepiawaian Jarot. Sumber air itu kini sudah diangkat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Berkat bakatnya, warga Desa Tlogoharjo yang sering kesulitan pun mendapatkan air bersih di musim kemarau terbantu. Dia mampu mencari sumber mata air bawah tanah berbekal alat sederhana yang dibuatnya sendiri.

“Dia (Jarot) membuat sendiri alat deteksi sumber mata air. Dipangkal alat yang dibikinnya itu ada logamnya,” ujar sang ayah yang juga Kades Tlogoharjo, Miyanto, bercerita pada Kamis (10/6).

Miyanto mengungkapkan, Jarot sejak kecil tidak bisa berkomunikasi layaknya orang normal. Dia memiliki keterbatasan sebagai tuna rungu/tuli. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kata Miyanto, ada bagian di otak Jarot yang terganggu.

Warga Dusun Purembe RT 1 RW 2 Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro itu mengungkapkan, Jarot tumbuh sebagai anak yang kreatif. Anak kesayangannya itu ternyata menguasai keterampilan elektronik. Kemampuan itupun mendatangkan rezeki bagi dia sendiri dan juga masyarakat setempat.

Selain itu, masih kata Miyanto, meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah khususnya Gubernur Jawa tengah Ganjar Prabowo perlu bersinergi untuk memberikan layanan pendidikan yang baik serta lapangan pekerjaan. Sehingga, para penyandang difabel ini bisa berkarya dan mandiri dalam kehidupannya.

“Harus ada perhatian, dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar meyakinkan bahwa anak anak kita tersebut mendapatkan peluang-peluang untuk bekerja, peluang-peluang untuk berusaha. Mendapatkan penghasilan yang baik, mendapatkan pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang juga baik.

Sementara itu, Miyanto menuturkan, sang anak juga diajak Camat setempat untuk mendeteksi sumber mata air di Desa Bayemharjo. Hal ini dilakukan untuk mengentaskan masalah kekeringan di Kecamatan Giritontro.

Bahkan, Jarot juga bisa melakukan pengamatan air di dalam sumur bor menggunakan kamera sederhana. Kedalaman sumur pun bisa diketahuinya. Sang anak membuat sendiri kamera yang terhubung dengan layar monitor bertenaga aki.

Jarot juga bekerja sebagai petugas pemasang jaringan internet. Di 11 dusun yang ada di Desa Tlogoharjo, kini tersebar titik WiFi yang bisa dimanfaatkan pelajar untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA