Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Mahathir Temui Raja Malaysia

Kamis 10 Jun 2021 20:12 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Mahathir Mohamad

Mahathir Mohamad

Foto: EPA-EFE/AHMAD YUSNI
Mahathir menyampaikan masalah Covid-19 ke Raja Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia yang juga Ketua Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang), Mahathir Mohamad, bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara, Kamis. Mahathir merupakan pemimpin ketiga yang diterima Agong pada hari yang sama. Sebelumnya Raja menerima Wakil Presiden Partai Islam Malaysia (PAS) yang juga Menteri Alam Sekitar dan Air, Ibrahim Tuan Man dan Presiden MCA, Dr Wee Ka Siong.

Mahathir terlihat memasuki Istana Negara sekitar pukul 13.58 dan melakukan pertemuan antara pukul 14:10 hingga 14.55 waktu setempat. Mahathir tidak memberikan pernyataan usai bertemu Agong, namun ia memberikan pernyataan via Zoom dan Facebook.

Baca Juga

Dalam pernyataannya Mahathir menyampaikan empat perbedaan permasalahan yang dihadapi pemerintah kepada Agong."Kita menghadapi masalah Covid-19 di mana ada lebih 600 ribu orang terjangkit dan dari jumlah tersebut 3.000 orang sudah meninggal, sedangkan di Inggris dan AS walaupun penduduknya banyak jumlah yang mati berkurang," katanya.

Mahathir mengatakan pihaknya juga menyampaikan persoalan ekonomi dan keuangan yang juga mengalami krisis parah."Yang ketiga berkenaan politik di mana keadaan juga tidak stabil dan keempat adalah keadaan sosial penderitaan rakyat apabila kematian mencapai 3.000 dan juga keadaan pendidikan yang terhenti selama dua tahun," katanya.

Mahathir berpendapat pemerintah tidak mampu menangani masalah-masalah tersebut khususnya dalam penanganan Covid-19 setelah pemerintah memproklamasikan kondisi darurat dari 2.000 kasus kemudian sempat mencapai 9.000 kasus harian."Banyak pengeluaran dilakukan pemerintah tetapi rakyat juga banyak tidak mendapatkan apa-apa seperti tidak mendapatkan pekerjaan dan tidak dapat berdagang," katanya.

sumber : Anadolu
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA