Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Jumlah Masjid di AS Terus Menunjukkan Peningkatan

Selasa 08 Jun 2021 05:10 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Masjid baru di Indiana tengah, Amerika Serikat

Masjid baru di Indiana tengah, Amerika Serikat

Foto: Wfyi
Peningkatan masjid di AS terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON—Jumlah masjid di Amerika Serikat terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, berdasarkan laporan yang mengidentifikasi pertumbuhan 2.769 masjid pada 2020, naik 31 persen dibanding 10 tahun lalu.  

“Ini merupakan peningkatan 31 persen dari jumlah tahun 2010 sebanyak 2.106,” tulis survei berjudul ‘Masjid Amerika 2020: Tumbuh dan Berkembang’, yang dikutip Republika, Senin (7/6). 

Baca Juga

"Tidak diragukan lagi, kekuatan pendorong utama untuk peningkatan masjid adalah perluasan populasi Muslim di Amerika karena imigrasi dan tingkat kelahiran," terang survei yang merupakan hasil kerjasama Islamic Society of North America (ISNA), Center on Muslim Philanthropy, Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) dan Association of Statisticians of American Religious Bodies (ASARB).

Selain jumlah masjid yang terus bertambah, jumlah jamaah masjid juga menunjukkan kenaikan. Jamaah sholat Jumat yang biasanya berkisar 353 orang pada 2010, kini berjumlah sekitar 410 jamaah, naik 16 persen. 

“Hampir tiga perempat (72 persen) masjid mencatat peningkatan 10 persen atau lebih dalam kehadiran Jum’at,” kata laporan itu.

Meski begitu, jumlah konversi ke Islam atau mualaf menurun secara dramatis, kata laporan itu. “Dari 15,3 mualaf per masjid pada 2010, kini menurun, rata-rata jumlah mualaf pada 2020 adalah 11,3,” katanya. 

Selain itu, jumlah umat Muslim di kota-kota kecil juga dilaporkan menurun, terlihat dari semakin sedikitnya jumlah masjid di pinggiran kota, menurun 14 persen dibanding 2010. 

“Penyebab yang jelas adalah berkurangnya populasi umat Islam di kota-kota kecil ini karena semakin sedikitnya lapangan kerja di daerah-daerah tersebut dan perpindahan kaum muda, anak-anak pendiri masjid, dan aktivis ke kota-kota besar untuk pendidikan dan pekerjaan,” kata laporan.

“Pada tahun 2010, 17 persen masjid ditemukan di pusat kota, tetapi pada tahun 2020 angka itu turun menjadi enam persen. Penurunan ini kemungkinan besar terkait dengan penurunan masjid Afrika-Amerika dan perpindahan umum masjid ke lokasi pinggiran kota," kata laporan itu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA