Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

BCA Jadi Bank Pertama  Berikan Vaksinasi Gotong Royong

Senin 07 Jun 2021 14:13 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Presdir PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja (tengah). PT Bank Central Asia Tbk menjadi bank pertama yang melakukan vaksinasi gotong royong kepada karyawannya.

Presdir PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja (tengah). PT Bank Central Asia Tbk menjadi bank pertama yang melakukan vaksinasi gotong royong kepada karyawannya.

Foto: Audy Alwi/Antara
Selama ini karyawan perbankan sejatinya berada pada zona risiko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk menjadi bank pertama yang melakukan vaksinasi gotong royong kepada karyawannya. Adapun langkah tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah pada masa pandemi serta berkontribusi terhadap terciptanya kekebalan komunal atau herd immunity.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, BCA mengalokasikan anggaran Rp 1 juta per karyawan untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Adapun biaya tersebut meliputi harga vaksin dua kali penyuntikan dan perlengkapan lainnya, seperti membayar jasa tenaga kesehatan, dan tenaga vaksinator.

Baca Juga

"Kurang lebih per orang kita anggarkan Rp 1 juta, termasuk vaksin, tenaga kesehatan dan lain-lainnya,” ujar Jahja dalam keterangan resmi, seperti dikutip Senin (7/6).

Jahja menargetkan vaksinasi karyawan dan keluarganya sebanyak 60 ribu orang. Namun, jumlah karyawan tetap di BCA tanpa anak perusahaan sebanyak 25 ribu. "Kalau BCA sendiri, yang sudah karyawan tetapnya ada 25 ribu orang," kata dia.

Jahja menjelaskan, selain melalui vaksin Gotong Royong yang bekerja sama dengan PT Kimia Farma, sejumlah karyawan BCA sejatinya juga telah mendapatkan dosis vaksin melalui Program Vaksinasi Pemerintah atas dukungan Kementerian Kesehatan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah daerah.

Ke depan, BCA sangat mendukung percepatan program vaksinasi bagi karyawan. Sebab, industri perbankan merupakan sektor esensial yang diperbolehkan tetap beroperasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dengan demikian, menurut Jahja, selama ini karyawan perbankan sejatinya berada pada zona risiko dalam memberikan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA