Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

740 Alumni Teknik Kimia ITB Sosialisasi Industri Kimia Hijau

Senin 07 Jun 2021 12:53 WIB

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto

Alumni Teknik Kimia ITB gelar acara yang bertajuk Cheers (chemical engineering) Run and Ride ini berlangsung satu bulan yakni 5 Juni hingga 4 Juli.

Alumni Teknik Kimia ITB gelar acara yang bertajuk Cheers (chemical engineering) Run and Ride ini berlangsung satu bulan yakni 5 Juni hingga 4 Juli.

Foto: Dok
Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran pelaku industri yang berkaitan kimia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 740 alumni teknik kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) mengampanyekan industri kimia hijau untuk pembangunan dan lingkungan yang lebih baik. Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 80 tahun Pendidikan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia (PTTKI). 

Menurut Ketua panitia peringatan 80 tahun PTTKI, Tirto Prakoso, para alumni tersebut akan mengampanyekan industri kimia hijau sambil olahraga yakni bersepeda dan lari. Acara yang bertajuk Cheers (chemical engineering) Run and Ride ini berlangsung satu bulan yakni 5 Juni hingga 4 Juli.

"Untuk lari diikuti 437 peserta, sepeda 303," ujar Tirto kepada wartawan di Bandung, Ahad (6/6).

Tirto mengatakan, program ini diharapkan semakin meningkatkan kesadaran pelaku industri yang berkaitan dengan kimia agar lebih memahami pentingnya menerapkan industri kimia hijau dan berkelanjutkan.

"Ini sesuai dengan perayaan 80 tahun yang temanya PTTKI sebagai ujung tombak pengembangan industri kimia yang berkelanjutan," katanya. 

Tirto berharap, ke depan semakin banyak industri kimia yang menganut azas berkelanjutan, tak merusak lingkungan, hemat energi, dan menjadi industri yang hijau.

"Kita punya nilai tambah, yakni mampu membuat produk pengganti impor, industri dari hulu ke hilir, dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan agar lebih mandiri," katanya. 

Menurutnya, dalam peringatan 80 tahun PTTKI ini, pihaknya menyusun tiga program yakni teknik kimia untuk bangsa, teknik kimia untuk program studi, dan teknik kimia untuk alumni teknik kimia ITB.

Tirto menjelaskan, melalui program teknik kimia untuk bangsa, pihaknya akan memberikan penghargaan bagi industri yang sudah menerapkan industri kimia hijau dan berkelanjutan. "Kami akan menilai industri mana yang sudah ke arah industri berkelanjutan, industri hijau," katanya.

Selain itu, kata dia, akan dilakukan juga sosialisasi dan pelatihan-pelatihan terkait solusi industri kimia hijau. "Kami juga akan membahas cara mengurangi impor bahan kimia yang sangat besar. Karena sekarang 90 persen lebih bahan kimia yang digunakan itu masih impor," katanya.

Adapun terkait program teknik kimia untuk program studi di kampus, kata dia, pihaknya mempertemukan antara peneliti di kampus dengan berbagai industri. Melalui cara itu, dia berharap, semakin banyak hasil penelitian khususnya terkait industri kimia hijau dan berkelanjutan yang digunakan industri.

"Menjadikan hasil penelitian di teknik kimia ITB menjadi sebuah karya nyata yang bermanfaat untuk masyarakat, dan juga pada akhirnya bisa menunjang inovasi-inovasi lainnya," paparnya

Di tempat yang sama, ketua panitia Cheers Run and Ride, Susan, mengatakan, meski bersifat hiburan dan bertujuan sosialisasi industri kimia hijau dan berkelanjutan, acara inipun merupakan ajang kompetisi bagi para pencinta olahraga tersebut. 

"Cheers Run and Ride ini bagian dari program teknik kimia untuk alumni teknik kimia ITB," katanya..

Kompetisi virtual ini, kata dia, terbagi ke dalam dua kategori yakni yang paling cepat menempuh jarak 40 km (lari) dan 80 km (sepeda), serta yang paling jauh jaraknya selama periode 5 Juni-4 Juli.

Setiap peserta dibagi ke dalam tiga kategori usua yakni 15-35, 36-55, dan 56-77. Masing-masing peserta bisa mengikuti kompetisi terpisah sehingga tidak harus dalam satu arena yang sama, terlebih mengingat kondisi saat ini yang masih pandemi virus korona.

"Jadi masing-masing peserta akan menggunakan aplikasi. Jadi di situ tercatat semua aktivitas lari atau sepeda. Jadi tidak perlu khawatir, jarak dan waktunya tercatat akurat," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA