Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Di Mana Lokasi Nabi Nuh Tinggal Usai Banjir Bandang?

Sabtu 05 Jun 2021 11:08 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Ulama beda pendapat soal lokasi Nabi Nuh tinggal setelah selamat dari banjir. Pembuatan bahtera Nabi Nuh (ilustrasi).

Ulama beda pendapat soal lokasi Nabi Nuh tinggal setelah selamat dari banjir. Pembuatan bahtera Nabi Nuh (ilustrasi).

Foto: Blogs.cnn.com
Ulama beda pendapat soal lokasi Nabi Nuh tinggal setelah selamat dari banjir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah banjir bandang menerjang, Nabi Nuh dan pengikutnya bertempat tinggal di suatu wilayah. Di mana para ulama satu sama lain saling berbeda pendapat mengenai tempat tinggal Nabi Allah dan para pengikutnya tersebut.

Dilansir di Mawdoo, Jumat (4/6), ada banyak pendapat para ulama tentang tempat tinggal Nabi Nuh dan orang-orang yang bersamanya tinggal setelah banjir.

Baca Juga

Ada yang mengatakan bahwa lokasinya di Kufah berdasarkan pendapat Ibnu Abbas ketika menafsirkan kalimat وفار التنّور  “wafarattunnur” (dan dapur telah memancarkan air, yang dimaksud adalah permukaan bumi yang memancarkan air hingga menyebabkan timbulnya taufan) dalam Surat Hud 40. Ibnu Masud menyatakan, Nuh tinggal di India. Mujahid berpandangan Nuh tinggal di Ain Wirdah, Syam. 

Sedangkan, diriwayatkan dari ar Razi bahwa Damaskus adalah tempat tinggal Nabi Nuh, dan asal-usul bahtera itu dari Lebanon, dan dia menaikinya dari Baalbek. Sementara, air mengalir dari belakang benteng yang masuk dari Damaskus dalam perjalanan ke Bab al Faradis.

Beberapa ulama berpendapat bahwa kaum Nabi Nuh menetap di Irak usai mendarat dari peristiwa banjir bandang. Kemudian setelah populasi berlipat ganda di Jazirah Arab, mereka pun akhirnya bermigrasi ke arah timur laut dan mereka bekerja di pertanian. Mereka masih tetap menyembah Allah, hingga kemudian mereka beralih menyembah berhala.

Pendapat lain mengatakan, Nuh dan kaumnya tinggal di Babilonia Irak setelah peristiwa banjir bandang. Nabi Nuh-lah yang pertama kali mengurus kota itu. Kelompok ini kemudian membangun kota-kota dan tempat tinggal mereka menjadi terhubung ke Tigris dan Efrat di luar Kufah. Dan, secara khusus tempat keturunan mereka disebut al Sawad.

Sedangkan, pendapat lainnya menyebutkan bahwa Nabi Nuh dan pengikutnya mendiami Mesopotamia sebab dia diutus ke sana. Ini sebagaimana disampaikan Said Hawwa. Imam asy Sya’rawi mengatakan dalam tafsirnya bahwa Jabal al Judi tempat kapal Nabi Nuh bermukim di tanah pulau dekat Mosul. Wilayah itu berada di Mosul dari sisi Kufah.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa lokasinya berada di gunung di Irak, yakni di sebelah tenggara Tigris. Ibnu Ashur dan banyak ulama lainnya meyakini bahwa Nabi Nuh dan pengikutnya tinggal di pulau yang berada di Irak. Pendapat lain mengatakan gunung itu berada di Turki.  

 

Sumber: mawdoo3

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA