Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Jenderal Pasukan Elite Iran: Zionis Israel Balik Saja Eropa

Ahad 30 May 2021 22:40 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam / Red: Nashih Nashrullah

Jenderal pasukan elite Iran menilai zionis Israel tak berhak atas Palestina. Pasukan militer elite Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC).

Jenderal pasukan elite Iran menilai zionis Israel tak berhak atas Palestina. Pasukan militer elite Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC).

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Jenderal pasukan elite Iran menilai zionis Israel tak berhak atas Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Komandan Pasukan Khusus Quds Iran, Esmail Ghaani, menyatakan orang-orang Israel harus meninggalkan tanah Palestina. 

Menurut dia mereka harus kembali ke rumah mereka di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. "Kami menyerukan Zionis kembali dan membeli kembali rumah mereka yang mereka jual di Eropa dan Amerika Serikat ketika mereka pindah ke wilayah penjajahan sebelum menjadi lebih mahal," kata Ghaani dilansir dari Alarabiya, Sabtu (29/5).

Baca Juga

Pasukan Quds adalah unit elite dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.  Ghaani menggantikan komandan militer tertinggi Qassem Soleimani sebagai kepala pasukan setelah dibunuh Amerika Serikat pada Januari 2020.

Ghaani mengatakan kelompok militan Palestina Hamas bisa saja menargetkan banyak fasilitas infrastruktur di Israel selama konflik awal bulan ini. Tetapi mereka tidak melakukannya karena dia yakin warga Palestina akan menggunakannya dalam waktu dekat.  

Dia juga mengatakan ribuan roket yang ditembakkan dari Gaza ke Israel selama konflik semuanya dibuat secara lokal.  "Palestina harus berpikir tentang mengelola seluruh Palestina. Rezim Zionis harus berpikir untuk meninggalkan tanah ini," tambah Ghaani. 

Israel dan Hamas mencapai gencatan senjata pada 21 Mei yang mengakhiri 11 hari pertempuran. Iran, yang tidak mengakui Israel, mengklaim adalah pendukung utama Hamas. 

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah menyerukan kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza. Hal ink diungkapkan dalam pernyataan pertamanya sejak kekerasan meletus pada 10 Mei. 

Pengeboman 11 hari Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 248 orang, termasuk 66 anak-anak, dengan lebih dari 1.900 orang terluka. Sedikitnya 12 orang di Israel tewas akibat tembakan roket dari Gaza. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA