Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

PBB: Serangan Israel ke Gaza Berpeluang Kejahatan Perang

Jumat 28 May 2021 03:33 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

 Serang anak mengibarkan Palestina berdiri di atas reruntuhan gedung Al Jalaa yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat.  Sejumlah media internasional menempati gedung Al-Jalaa termasuk kantor berita Associated Press yang telah berkantor disana selama 15 tahun.  Ratusan warga Gaza berjalan melewati reruntuhan sebuah gedung yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat.

Serang anak mengibarkan Palestina berdiri di atas reruntuhan gedung Al Jalaa yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat. Sejumlah media internasional menempati gedung Al-Jalaa termasuk kantor berita Associated Press yang telah berkantor disana selama 15 tahun. Ratusan warga Gaza berjalan melewati reruntuhan sebuah gedung yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat.

Foto: AP/John Minchillo
Jika terbukti tak proporsional, serangan Israel bisa berpeluang kejahatan perang

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kepala hak asasi manusia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Bachelet menyoroti serangan Israel di Gaza, Palestina. Ia mengungkapkan serangan itu berpeluang disebut sebagai kejahatan perang.

Bachelet mengatakan pada Kamis (27/5), bahwa serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang jika terbukti tidak proporsional. Bachelet menyampaikan hal tersebut saat membuka sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Baca Juga

Bachelet dipanggil atas permintaan negara-negara Muslim. Ia mengatakan tidak melihat bukti bahwa bangunan sipil di Gaza yang terkena serangan Israel digunakan untuk tujuan militer.

"Jika ditemukan tidak proporsional, serangan semacam itu mungkin merupakan kejahatan perang," kata Bachelet sebagaimana dilansir dari The Jerusalem Post pada Kamis (27/5).

Pernyataan Bachelet didengar pula oleh forum Jenewa yang beranggotakan 47 orang. Dia juga mendesak penguasa di Gaza yaitu Hamas untuk menahan diri. Ia tak ingin Hamas terus menembakkan roket tanpa pandang bulu ke Israel.

Sebelumnya, gencatan senjata telah disepakati antara Israel dan Palestina dan berlaku pada Jumat (21/5) pagi. Warga Gaza bersukacita menyambutnya. Sebelas hari sudah mereka berada dalam ketakutan akibat serangan bom, yang dijatuhkan Israel ke permukiman warga.

Ratusan nyawa syahid, ribuan terluka, dan banyak lagi yang harus kehilangan tempat tinggal. Namun, kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak otomatis menjamin kedamaian untuk Palestina seterusnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA