Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Sindrom Terkait Covid-19 Anak Sembuh dalam 6 Bulan

Kamis 27 May 2021 01:35 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Seluruh keluarga di Inggris yang memiliki anak usia sekolah atau mahasiswa akan ditawari dua kali tes cepat Covid-19 per orang setiap pekannya. (ilustrasi).

Seluruh keluarga di Inggris yang memiliki anak usia sekolah atau mahasiswa akan ditawari dua kali tes cepat Covid-19 per orang setiap pekannya. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Dokter melaporkan kasus langka pada anak yang disebut sindrom inflamasi multisistem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak pandemi Covid-19 muncul, dokter melaporkan kasus langka parah pada anak yang terinfeksi dari gangguan inflamasi. Sindrom ini disebut sindrom inflamasi multisistem, atau MIS-C.

Sebuah studi kecil baru di Inggris memberikan beberapa data meyakinkan untuk orang tua. Sebagian besar gejala MIS-C, juga dikenal sebagai sindrom multisistem inflamasi pediatrik, atau PIMS, tampaknya hilang seiring waktu.

Baca Juga

"Penemuan ini diharapkan dapat menandakan optimisme bahwa banyak dari efek PIMS yang paling parah, tampaknya akan hilang dalam waktu enam bulan," kata rekan penulis studi dari Great Ormond Street Hospital for Children di London, dr. Justin Penner dilansir Upi.com, Rabu (26/5).

Menurut tim Penner, MIS-C diyakini sebagai reaksi berlebihan kekebalan yang biasanya terjadi sekitar empat hingga enam minggu setelah infeksi ringan atau asimtomatik dengan Covid-19. Gejala MIS-C meliputi demam, ruam, infeksi mata, serta gejala gastrointestinal seperti diare, sakit perut, dan mual. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisinya dapat menjadi parah, dan bahkan menyebabkan kegagalan multiorgan.

"Meskipun kematian akibat Covid-19 jarang terjadi pada anak-anak, tetapi tetap ada. Mereka yang mengalami reaksi peradangan ini, (merasakan) kecacatan jangka panjang merupakan perhatian penting," ujar kepala petugas medis dan ketua pediatri di Northwell, dr. Michael Grosso.

Grosso yang tidak terlibat dalam studi itu beranggapan temuan itu dapat meningkatkan urgensi untuk melindungi anak-anak dengan imunisasi.

Penelitian kecil di Inggris dilakukan terhadap 46 pasien berusia 18 tahun ke bawah. Pasien rata-rata berusia 10 tahun. Semua dirawat di Rumah Sakit Great Ormond Street, antara 4 April hingga 1 September 2020. Semua anak mengalami peradangan sistemik, dan sebagian besar memiliki efek parah selama penyakit awal mereka.

Secara keseluruhan, 45 anak mengalami gejala gastrointestinal, 24 menunjukkan gejala neurologis, dan 15 mengalami gejala jantung. Namun, enam bulan setelah mereka keluar dari rumah sakit, sebagian besar peradangan anak, gastrointestinal, jantung, dan gejala neurologis yang signifikan telah teratasi. Temuan ini menunjukkan kerusakan jangka panjang pada organ jarang terjadi.

Namun, sejumlah kecil anak yang mengalami MIS-C parah masih merasakan masalah setelah enam bulan. Masalah yang dihadapi seperti kelelahan otot, efek kesehatan mental seperti kesulitan emosional, dan kesulitan berolahraga.

Masalah itu sangat serius sehingga anak-anak membutuhkan dukungan berkelanjutan. Tak satu pun dari anak-anak dalam penelitian tersebut meninggal.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA