Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Arab Saudi Minta Bantuan Militer AS untuk Hadapi Iran

Selasa 25 May 2021 15:20 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Nur Aini

Bendera Arab Saudi.

Bendera Arab Saudi.

Foto: Eurosport
AS menarik bantuan ke Arab Saudi dalam perang Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepala Komando Pusat Angkatan Bersenjata (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) Jenderal Kenneth F McKenzie Jr mengatakan, Arab Saudi meminta bantuan militer AS untuk menghadapi Iran. Awal tahun ini, Washington menarik bantuan Arab Saudi dalam perang Yaman.

Namun, pemerintah Presiden AS Joe Biden berkomitmen untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri. Hal itu termasuk meningkatkan efektivitas pertahanan udara dari tembakan rudal-rudal Houthi.

Baca Juga

"(Arab Saudi) ingin memastikan kembali mereka mendapat bantuan bila mereka diserang Iran dan mereka ingin bantuan terhadap serangan-serangan dari gerakan Syiah Yaman, Ansarallah, atau Houthi yang masih berlangsung," kata McKenzie kepada wartawan, seperti dikutip Sputnik, Selasa (25/5).

"Saya yakin sikap kami di zona perang mencegah serangan dari negara ke negara dari Iran," kata McKenzie menambahkan.

Tidak diketahui bagaimana ia menyimpulkan hal tersebut mengingat sudah lama Arab Saudi dan Iran memperebutkan pengaruh di Timur Tengah. Ada laporan yang menyebutkan sejumlah upaya untuk mendamaikan dua negara yang memutus hubungan resmi mereka pada 2016 lalu.

"Secara luas Timur Tengah dapat dilihat sebagai wilayah persaingan ketat antara kekuatan besar, dan saya pikir kami hanya menyesuaikan sikap kami di kawasan. Rusia dan China akan memantaunya dengan sesama untuk melihat apakah kevakuman kekuasaan dapat mereka eksploitasi," kata Mckenzie pada wartawan.

"Saya pikir mereka melihat perubahan sikap Amerika ke wilayah dunia yang lain dan mereka merasa ada kesempatan ke sana," ujarnya.

Strategi AS kini lebih fokus 'berkonfrontasi dengan kekuatan besar', yakni Rusia dan China. Komandan-komandan AS di kawasan Timur Tengah dan Afrika sempat menikmati perhatian yang besar. Tapi, kini mereka khawatir AS dapat kehilangan pengaruh di Asia dan Eropa.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA