Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Kemajuan Teknologi, Dukungan Terhadap Palestina Makin Masif

Sabtu 22 May 2021 13:05 WIB

Red: Agung Sasongko

 Sejumlah anak Palestina mengendarai kendaraan terbuka melewati reruntuhan gedung Al Jalaa yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat.  Sejumlah media internasional menempati gedung Al-Jalaa termasuk kantor berita Associated Press yang telah berkantor disana selama 15 tahun.

Sejumlah anak Palestina mengendarai kendaraan terbuka melewati reruntuhan gedung Al Jalaa yang hancur oleh serangan udara Israel, Gaza, Jumat (21/5) waktu setempat. Sejumlah media internasional menempati gedung Al-Jalaa termasuk kantor berita Associated Press yang telah berkantor disana selama 15 tahun.

Foto: AP/John Minchillo
Ke depan Israel harus berpikir ulang terkait serangan terhadap Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Politik Islam dan Studi Kawasan Timur Tengah Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Gustri Eni Putri mengatakan, dengan adanya kemajuan teknologi dukungan terhadap masyarakat Palestina saat ini semakin masif.

"Saya meneliti sudah lama tahun 2004, memang reaksi dunia belum semasif sekarang. Saya analisis dengan kemajuan teknologi, semakin masif kesadaran tentang human rights menjadikan reaksi dari bangsa internasional, masyarakat internasional semakin masif," kata Gustri dalam seminar bertajuk Membaca Masa Depan Palestina pada Sabtu (22/5).

Baca Juga

Gustri melanjutkan, reaksi dunia terkait hak asasi manusia ini merupakan kabar yang begitu baik bagi saudara-saudara di Palestina. Menurut dia, ke depan Israel harus berpikir ulang terkait serangan yang digencarkan. 

"Ke depan Israel semakin berfikir ulang dan dalam tanda kutip ketakutan, dengan tuntutan internasional. Dahulu harus ke warnet, sekarang dengan genggaman tangan kita bisa akses," ucap Gustri.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA