Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Makan Sehat dan Olahraga Kunci Turun Berat Jangka Panjang

Jumat 21 May 2021 01:41 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Makanan Sehat (Ilustrasi). masyarakat harus mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga untuk menurunkan dan mempertahankan berat badannya.

Makanan Sehat (Ilustrasi). masyarakat harus mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga untuk menurunkan dan mempertahankan berat badannya.

Foto: Piqsels
Untuk turunkan berat, pakar kesehatan minta tak gunakan obat penahan nafsu makan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di seluruh dunia, prevalensi obesitas hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Saat ini, ada 650 juta orang yang memenuhi syarat sebagai obesitas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  Sehingga dalam hal ini masyarakat harus mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga untuk menurunkan dan mempertahankan berat badannya.

Dilansir dari eatthis.com pada Kamis (20/5), sebuah studi baru yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine berupaya menemukan cara paling efektif untuk menjaga penurunan berat badan yang sehat.  Dalam uji klinis acak, para peneliti mengamati 215 peserta dengan obesitas dan menemukan kalau cara paling efektif untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan mungkin awalnya mengontrol diet seseorang dan kemudian menggabungkan olahraga sedang hingga berat dengan obat obesitas pengurang nafsu makan.

Obat yang dimaksud, hormon penekan nafsu makan yang disebut liraglutide, diresepkan di Amerika Serikat (AS) dengan nama seperti Saxenda dan Trulicity.  Liraglutide adalah analog dengan hormon GLP-1 penghambat nafsu makan alami, yang disekresikan oleh usus saat sedang makan.

"Efek samping umum (liraglutide) termasuk mual. Namun, memulai dengan dosis rendah dan meningkatkan dosis secara perlahan akan membantu," kata Peneliti Utama Studi Profesor Signe Sorensen Torekov.

Kemudian, ia melanjutkan peserta penelitian dibagi menjadi empat kelompok yaitu dua menerima obat plasebo dan dua menerima liraglutide.  Salah satu kelompok yang menerima pengobatan melakukan olahraga berat selama 75 menit seminggu atau aktivitas sedang selama 150 menit seminggu (atau kombinasi keduanya) sedangkan kelompok lain tidak memiliki program olahraga. Hal yang sama berlaku untuk kedua kelompok plasebo.

Setelah satu tahun, sementara peserta dalam kelompok plasebo tanpa olahraga mendapatkan setengah berat badan mereka kembali, peserta yang hanya berolahraga dan pengobatan saja berhasil mempertahankan penurunan berat badan mereka.  Namun, para peneliti menemukan kalau kombinasi latihan dan liraglutide mengalami peningkatan yang paling dramatis.  

"Para peserta ini kehilangan lebih banyak massa lemak sambil mempertahankan massa otot.  Mereka juga melaporkan peringkat kebugaran yang lebih tinggi, penurunan kadar gula darah dan peningkatan kualitas hidup," kata dia.

Meskipun hasil ini menjanjikan, liraglutide adalah obat resep dari dokter dan oleh karena itu tidak tersedia untuk semua orang.  Faktanya, beberapa ahli diet terdaftar, seperti Dr. Lisa Young menyarankan agar tidak konsumsi obat penekan nafsu makan tersebut.

"Saya tidak merekomendasikan obat penekan nafsu makan karena tubuh Anda terbiasa dengannya dan Anda tidak mempelajari perilaku sehat. Saya merekomendasikan modifikasi perilaku, mengontrol porsi, membuat kebiasaan sehat dan memilih makanan sehat yang tidak terlalu padat kalori. Dan tentu saja, olahraga juga kuncinya. Penting untuk membuat program gaya hidup yang dapat Anda pertahankan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA