Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Sempat Diblokir, Aplikasi Parler Kembali ke App Store

Rabu 19 May 2021 09:32 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

 Seseorang mencoba mengakses akun aplikasi Parler di ponselnya.

Seseorang mencoba mengakses akun aplikasi Parler di ponselnya.

Foto: EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH
Versi Parler di Apple akan dimoderasi kecerdasan buatan untuk menyaring konten.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Parler, platform media sosial yang populer di kalangan konservatif kembali masuk ke pasar daring Apple pada Senin (17/5). Aplikasi ini sempat dilarang karena asosiasinya dengan kekerasan Capitol 6 Januari lalu.

Langkah itu dilakukan sebulan setelah pembuat iPhone mengatakan akan mengizinkan aplikasi dengan pembaruan yang bertujuan untuk mengekang hasutan untuk melakukan kekerasan.

Dilansir dari Japan Today, Selasa (18/5), Parler mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memberikan bukti yang tak terbantahkan kepada Kongres dan publik bahwa menyalahkan platform atas kejadian tersebut sangat tidak adil.

Perusahaan tersebut mengklaim memiliki lebih dari 20 juta pengguna sebelum ditarik dari pasar online Apple dan Google, serta ditutup ketika Amazon Web Services memutuskan hubungan. Parler menghadapi tuduhan bahwa platform tersebut gagal menghentikan hasutan kekerasan oleh pendukung Donald Trump menjelang pengepungan 6 Januari dari US Capitol.

Menurut Washington Post, versi Parler di perangkat Apple akan dimoderasi kecerdasan buatan untuk menyaring konten kebencian. Namun, komentar ini masih dapat dilihat di web atau perangkat lain. Parler tidak mengkonfirmasi laporan oleh Washington Post. Parler menyebut dirinya jaringan sosial kebebasan berbicara.

Baca Juga

Sementara itu, Parler mengumumkan mereka mempromosikan George Farmer menjadi kepala eksekutif dari  chief operator officer, sebagai bagian dari perombakan kepemimpinannya.

“Parler dimulai sebagai sebuah perusahaan rintisan kecil yang berbeda dari para pesaingnya di Big Tech dalam komitmennya pada pasar bebas gagasan dalam semangat Amandemen Pertama,” kata Farmer.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA