Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Cina Kembali Desak Israel Tahan Diri Serang Palestina

Rabu 19 May 2021 09:28 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian.

Foto: @zlj517
Kemenlu Cina anggap Joe Biden minta agar konflik Palestina-Israel diakhiri tak cukup.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Republik Rakyat Cina kembali mendesak Israel untuk segera mengakhiri serangan militer dan pertempuran. Upaya tersebut, dilakukan untuk melindungi keselamatan hak-hak warga sipil dan demi terpeliharanya stabilitas guna menghindari bencana kemanusiaan.

"Cina sangat mengecam kekerasan terhadap warga sipil. Kami sekali lagi mendesak semua pihak, terutama Israel, untuk menghentikan serangan militer, pertempuran, dan melakukan dialog politik sesegera mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, di Beijing, Selasa (18/5).

Menurut Zhao, komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), harus sepakat memberikan dukungan penuh kepada kedua negara dalam meredakan ketegangan. Sebagai Ketua DK PBB, Cina telah mengeluarkan empat usulan terkait konflik Palestina-Israel seusai rapat pada Ahad (16/5).

Cina juga mengundang kedua belah pihak yang terlibat konflik untuk berunding di Cina. Terkait permintaan Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar diakhirinya konflik senjata Palestina-Israel, Zhao menganggapnya dukungan negeri Paman Sam tersebut tidaklah cukup.

"Dukungan AS tidaklah cukup karena yang paling mendesak adalah bekerja bersama komunitas internasional untuk mendukung DK PBB menjalankan perannya dalam meredakan situasi, membangun kembali kepercayaan internasional, dan meningkatkan pendekatan secara politik," ujarnya.Sementara itu, serangan-serangan roket Israel ke Gaza terus berlangsung hingga Selasa (18/5).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA