Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Ratusan PMI dari Malaysia Diminta Jalani Genome Sequencing

Rabu 19 May 2021 09:27 WIB

Red: Ratna Puspita

Menko PMK Muhadjir Effendy.

Menko PMK Muhadjir Effendy.

Foto: Dok. Kemenko PMK
Ini untuk mendeteksi kemungkinan varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendorong otoritas terkait mendeteksi kemungkinan varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dibawa ratusan pekerja migran di Kepulauan Riau dan Sumatera. Ia meminta dilakukan genome sequencing terhadap para pekerja itu.

"Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru seperti ada dari Afrika, Inggris, ataupun India," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/5).

Baca Juga

Muhadjir mengemukakan pernyataan itu untuk merespons laporan 170 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia di Kepulauan Riau (Kepri) telah dinyatakan positif COVID-19.Kondisi serupa dilaporkan terjadi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Telah ditemukan 33 PMI asal Malaysia yang juga terkonfirmasi positif COVID-19.

Sebelumnya, PMI tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas COVID-19 dari Negeri Jiran namun usai dilakukan isolasi dan pemeriksaan ulang di Indonesia, diketahui terkonfirmasi positif. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menginstruksikan jajaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk melakukan Genome sequencing terhadap PMI asal Malaysia.

"Orang-orang yang masuk dari Malaysia yang positif langsung dilakukan genome sequencing saja. Saya sudah instruksikan itu ke Litbangkes bahwa semua yang positif itu supaya terus kita pantau," katanya.

Budi menambahkan masyarakat tetap patuh menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker yang diyakini mampu mengurangi penularan COVID-19 hingga 95 persen."Terakhir yang paling penting, semua aparat harus diyakinkan untuk melaksanakan dan melaporkan hasil 3T secara transparan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA