Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

4 Personel TNI Terluka Saat Diadang di Pegunungan Bintang

Rabu 19 May 2021 09:24 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Prajurit di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

[Ilustrasi] Prajurit di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Foto: Pendam III Siliwangi
Personel TNI diadang ketika melintas di Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Sebanyak empat anggota TNI yang berasal dari Yonif 403/WP Dan Satgas Mobile Yonif 310/KK mengalami luka tembak ketika diadang kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat melintas di jembatan kayu 2, Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (18/5) malam. "Memang benar ada insiden di Kabupaten Pegbin yang menyebabkan empat personel TNI yang tergabung dalam satgas pengamanan daerah rawan terluka," kata Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Ireuw yang dihubungi dari Jayapura, Rabu (19/5) pagi.

Sementara itu, upaya penangkapan KKB terus dilakukan. Sebelumnya, satu personel Satgas Nemangkawi terluka dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kampung Makki, Kabupaten Puncak yang terjadi pada Selasa dini hari (18/5).

Baca Juga

Kapolda Papua Irjen Fakhiri di Jayapura, Selasa, mengatakan personel Satgas Nemangkawi yang terluka akibat tertembak kakinya saat kontak tembak dengan KKB telah dievakuasi ke RSUD Illaga. Dia menjelaskan, Makki merupakan salah satu kampung yang menjadi basis KKB sehingga anggota Satgas Nemangkawi berupaya untuk mendekati dan masuk.

Di kampung tersebut dilaporkan ada beberapa pimpinan KKB seperti Lingkar, Seltius Waker dan Peni Murib. "Kontak tembak dilaporkan berlangsung hingga siang, " kata Fakhiri.

Saat ini, ia mengaatakan, Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi juga masih melaksanakan pembersihan di kampung Mayuberi. Kampung Mayuberi sebelumnya dikuasai KKB, kata Fakhiri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA