Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

WNI di Gaza: Situasi Belum Kondusif

Ahad 16 May 2021 16:36 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Indira Rezkisari

Seorang anak perempuan yang terluka akibat dampak serangan udara Israel di Jalur Gaza, Ahad (16/5), ditandu untuk segera bisa mendapat pengobatan.

Seorang anak perempuan yang terluka akibat dampak serangan udara Israel di Jalur Gaza, Ahad (16/5), ditandu untuk segera bisa mendapat pengobatan.

Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Rumah sakit di Gaza sangat membutuhkan bantuan obat.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Situasi di Jalur Gaza hingga kini masih jauh dari kondusif. Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Gaza, sekaligus penggagas Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim, mengatakan serangan rudal masih tak henti didengarnya.

“Hingga kini situasi di Gaza belum kondusif, masih saling serang rudal antara tentara Israel dan pejuang Palestina,” kata Abdillah Onim atau yang kerap disapa Bang Onim kepada Republika.co.id, Ahad (16/5).

Semalam ia juga mengunjungi Rumah Sakit As-Syifa, Gaza. Di sana, katanya, banyak terdapat pasien anak-anak. Agresi Israel yang memasuki hari ketujuh telah mengakibatkan 174 warga Gaza meninggal yang terdiri dari 47 anak-anak dan 29 wanita serta 1.200 orang luka.

Dia juga mengatakan sampai sekarang bantuan kemanusiaan dari luar belum bisa atau ada yang masuk ke wilayah Jalur Gaza. Selain itu, dia juga menyoroti situasi rumah sakit yang sangat riuh.

“Kondisi di rumah sakit semakin buruk. Para petugas medis melayani pasien Covid-19 dan korban agresi Israel. Sebelumnya, sehari bisa ada 300 orang kasus baru dan lima sampai sepulih orang yang meninggal,” ujar dia.

Tak hanya berkunjung, dia juga menyerahkan bantuan tunai 100 dolar Amerika untuk 300 pasien. Pihak kementerian Palestina mengumumkan bahwa semakin banyak korban berjatuhan dan berkurangnya stok obat-obatan yang tersedia di seluruh rumah sakit di Gaza.

Bang Onim sekaligus memberikan bantuan pada hari ini dengan menyalurkan  obat-obatan yang bersifat sangat darurat di Rumah Sakit As-Syifa. Di antaranya ada obat pembiusan, cairan infus, antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan lain-lain. Dia pun memberikan bantuan di gudang pusat obat milik kementerian kesehatan Palestina di Gaza.

“Saya atas nama kementerian kesehatan dan pasien korban perang di Gaza menyampaikan rasa syukur kepada rakyat Indonesia khususnya donatur NPC yang telah menyalurkan bantuan obat-obatan bagi para pasien. Terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia,” kata salah seorang staf Rumah Sakit As-Syifa, dr. Muklis Adham.

Saat ini warga Gaza tengah membutuhkan bantuan obat-obatan, air minum, mobil ambulance, makanan siap saji, bantal, kasur, dan perlengkapan dapur. Namun, yang paling darurat bagi pasien adalah makanan, obat-obatan, dan mobil ambulans.

Masyarakat Indonesia yang ingin donasi, bisa melalui KitaBisa di laman https://kitabisa.com/campaign/bantugazadanalaqsa. Selain itu, juga bisa mengirim donasi ke rekening BNI 69000 9008, BRI 0442 0100 1313 307, BCA 1656 0095 95, dan Syariah Mandiri 77 2221 1558 atas nama Nusantara Palestina Center.

photo
Bantuan yang diberikan oleh Bang Onim, penggagas Nusantara Palestina Center (NPC) di RS As-Syifa, Gaza. - (dok. NPC)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA