Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Pengunjung Membludak, Pantai Jayanti dan Cemara Ditutup

Ahad 16 May 2021 15:21 WIB

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Bayu Hermawan

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Wisata Pantai Jayanti dan Cemara di Cianjur ditutup untuk cegah penyebaran Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Dua lokasi wisata pantai di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, terpaksa ditutup pada Ahad (16/5). Keputusan ini diambil karena membludaknya wisatawan di hari sebelumnya yakni Sabtu (15/5).

Pada Sabtu lalu, pengunjung yang memadati kawasan pantai tidak menjaga jarak, sehingga dikhawatirkan mengakibatkan penyebaran Covid-19. '' Atas dasar itu kami memutuskan menutup Pantai Jayanti dan Pantai Cemara,'' ujar Camat Cidaun Herlan Iskandar kepada wartawan, Ahad.

Baca Juga

Dari pantauan di lapangan, kedua destinasi wisata pantai tersebut memang menjadi tujuan utama di momen libur panjang Idul Fitri. Terlebih, Pantai cemara yang memang saat ini viral.

Padahal kata Herlan, sebenarnya masih banyak pantai di Cidaun, akan tetapi hanya Jayanti dan Cemara yang jadi tujuan wisata. Hal ini ditunjukkan pada hari pertama dan kedua setelah lebaran, wisatawan banyak yang berkunjung ke dua destinasi tersebut.

''Dari pantauan terjadi kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid,'' imbuh Herlan. 

Sehingga Forkopimda Kecamatan Cidaun menyepakati agar dua destinasi pantai tersebut ditutup. Kebijakan ini ungkap Herlan, juga sejalan dengan arahan dari Gugus Tugas Kabupaten Cianjur. Di mana jika terjadi kerumunan atau wisatawan membludak, akan dilakukan penutupan dan makanya pada Ahad ditutup total.

Herlan mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan destinasi wisata itu kembali dibuka. Nantinya aman ditetapkan situasional, kalau memang pengunjungnya tidak banyak, wisata akan dibuka kembali.

"Selain dua obyek wisata ini masih ada beberapa destinasi wisata lain yang dibuka," cetus Herlan. 

Namun diharapkan pengelola membatasi jumlah pengunjung hingga maksimal 50 persen dari kapasitas. Di mana lanjut Herlan, masih ada dua destinasi wisata pantai lain yang dibuka. Akan tetapi pihaknya juga sudah memberi peringatan agar dilakukan pembatasan dan bila tidak diterapkan maka akan ditutup.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA