Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Sekjen PBB Terganggu dengan Serangan Israel ke Gedung Media

Ahad 16 May 2021 13:46 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

 Satu unit artileri Israel menembak ke arah sasaran di Jalur Gaza, di perbatasan Gaza Israel, Sabtu, 15 Mei 2021.

Satu unit artileri Israel menembak ke arah sasaran di Jalur Gaza, di perbatasan Gaza Israel, Sabtu, 15 Mei 2021.

Foto: AP/Ariel Schalit
Pekerja media di Gaza sudah dievakuasi tepat waktu sebelum diserang Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, kecewa dengan jatuhnya banyak korban sipil di Gaza. Guterres juga sangat terganggu oleh serangan Israel di gedung media internasional pada Sabtu (15/5) waktu setempat.

"Guterres sangat terganggu oleh penghancuran oleh serangan udara Israel hari ini terhadap gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza yang menampung kantor beberapa organisasi media internasional," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam pernyataan yang dikutip laman Channel News Asia, Ahad (16/5).

Dia juga "kecewa" dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk kematian sepuluh anggota keluarga yang sama, termasuk anak-anak akibat serangan udara Israel tadi malam. Israel menghancurkan kantor Associated Press (AP) dan Aljazirah yang terletak di Gedung al-Jalaa di kota Gaza Sabtu (15/5). Pemilik gedung sebelumnya telah menerima peringatan tentang serangan, sehingga dapat mengevakuasi penghuni gedung.

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus menolak anggapan bahwa Israel berusaha membungkam media. Conricus menyebut gedung itu sebagai sasaran militer yang sah.

Dia mengatakan, gedung itu dihuni oleh intelijen militer Hamas. Conricus menambahkan, Hamas mungkin telah memperhitungkan bahwa dengan menempatkan aset di dalam gedung yang sama dengan kantor media, maka mereka akan aman dari serangan Israel.

Presiden dan CEO AP Gary Pruitt mengatakan, puluhan jurnalis AP dan pekerja lepas berada di gedung itu. Mereka telah dievakuasi tepat waktu. "Kami terkejut bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza. Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini," ujar Pruitt.

Penjabat Direktur Jenderal Jaringan Media Aljazira Mostefa Souag menyebut Israel telah melakukan serangan 'barbar'. Dia mengatakan, Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas serangan tersebut.

"Tujuan dari kejahatan keji ini adalah untuk membungkam media, dan menyembunyikan pembantaian serta penderitaan rakyat Gaza yang tak terhitung jumlahnya," kata Souag dalam sebuah pernyataan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA