Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Gaduh Soal Xinjiang, Lembek Soal Palestina

Ahad 16 May 2021 13:44 WIB

Rep: Xinhua/ Red: Elba Damhuri

Warga New York turun ke jalan menggelar aksi dukungan untuk rakyat Palestina dari agresi Israel, New York, Sabtu (15/5) waktu setempat.

Warga New York turun ke jalan menggelar aksi dukungan untuk rakyat Palestina dari agresi Israel, New York, Sabtu (15/5) waktu setempat.

Foto: AP/Kevin Hagen
China menyayangkan sikap Amerika yang tidak serius dalam masalah Palestina-Israel

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China mengecam sikap Amerika Serikat (AS) yang dinilai tidak serius dan tidak peduli atas masalah kemanusiaan di Palestina.

Pasalnya, AS memaksa Dewan Keamanan PBB menunda pertemuan membahas masalah Palestina-Israel yang semula dijadwalkan digelar pada Jumat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan pada Senin Amerika Serikat menyatakan penentangannya untuk mengadopsi pernyataan resmi Dewan Keamanan tentang masalah Palestina-Israel.

China menyatakan AS juga menolak penerbitan pernyataan dari Dewan Keamanan PBB. Beijing pun mengungkapkan keprihatinannya atas situasi di Palestina belakangan ini.

"Seperti komunitas internasional, China juga sangat prihatin dengan situasi yang meningkat saat ini antara Israel dan Palestina," kata Hua seperti dikutip kantor berita China, Xinhua.

Hua menegaskan, sebagai pemegang jabatan kepresidenan bergilir DK PBB, China telah aktif menengahi dan mempromosikan diselenggarakannya konsultasi darurat Dewan Keamanan untuk membahas konflik Israel-Palestina.

"Anggota Dewan Keamanan PBB telah menyatakan keprihatinan dan kekhawatiran tentang situasi di Palestina dan meminta Dewan Keamanan untuk menjalankan peran yang semestinya untuk menciptakan situasi kondusif," kata Hua.

Hua menyatakan Amerika Serikat telah mengambil posisi yang berlawanan dengan komunitas internasional, dan dia meminta negara tersebut untuk menjelaskan mengapa mereka melakukan ini.

"Saya ingin tahu apakah pihak AS dapat memberikan jawaban yang jujur ​​untuk pertanyaan ini. Mengapa melakukan ini?" dia berkata.

Dia mengatakan Amerika Serikat terus mengatakan peduli dengan hak asasi umat Islam. Sekarang konflik Israel-Palestina telah terulang kembali, dan sejumlah besar Muslim Palestina telah terpengaruh oleh perang dan menderita, tetapi Amerika Serikat menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan mereka.

China menyindir sikap AS yang begitu berisik atas masalah dalam negeri China di Xinjiang. AS, kata Hua, bergabung dengan beberapa sekutunya, bertemu, dan memberikan penilaian tidak berdasar tentang masalah Xinjiang.

Mereka bicara masalah Muslim Xinjiang, kata Hua, berdasarkan kebohongan dan prasangka politik, yang sebenarnya merupakan lelucon politik.

"Amerika Serikat harus menyadari bahwa kehidupan Muslim Palestina berharga," kata juru bicara itu.

Hua mengatakan dalam menghadapi situasi serius saat ini, semua pihak harus melakukan segala upaya untuk mendinginkan situasi, melindungi keselamatan, hak, dan kepentingan rakyat, dan mencegah krisis tidak terkendali.

China akan terus mendorong Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mengambil tindakan terhadap konflik Israel-Palestina sejak dini, menegaskan kembali komitmennya dan dukungan kuat untuk solusi dua negara, dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu secepat mungkin.

sumber : Xinhua
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA