Ahad 16 May 2021 09:59 WIB

Dua Hari Lebaran, 15 Jenazah Covid Dimakamkan di Sleman

Pemakaman jenazah pasien Covid-19 wajib mengacu pada SOP penanganan Covid-19.

Pekerja yang mengenakan jas hazmat menurunkan peti mati berisi jenazah korban Covid-19 sesaat sebelum dimakamkan (ilustrasi)
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Pekerja yang mengenakan jas hazmat menurunkan peti mati berisi jenazah korban Covid-19 sesaat sebelum dimakamkan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, memakamkan 15 jenazah dari pasien Covid-19 selama siaga dan bertugas pada hari pertama dan kedua Lebaran 2021. "Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Covid-19 Sleman pada Lebaran tetap memberikan pelayanan. Pada lebaran hari pertama dan kedua total ada 15 jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan," kata Koordinator Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Makwan, di Sleman, Ahad (16/5).

Menurut dia, pada hari pertama Lebaran, Kamis (13/5), ada tujuh jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan. Sedangkan pada hari kedua lebaran ada delapan jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan. "Pemakaman jenazah pasien Covid-19 wajib mengacu pada SOP penanganan Covid-19. Sehingga posko dekontaminasi selalu siaga untuk bertugas kapanpun," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan, selain melaksanakan tugas pemakaman jenazah pasien Covid-19, posko dekontaminasi dan pemakaman juga bertugas melakukan dekontaminasi armada ambulans dan kendaraan operasional lainnya. "Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Sleman siaga 24 jam dalam tujuh hari seminggu, guna menunaikan tugas kemanusiaan," kata Makwan.

Dia mengatakan, kegiatan dekontaminasi kendaraan ambulans maupun mobil jenazah yang membawa pasien Covid-19 dilaksanakan di posko dekontaminasi yang berada di area Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Slemandi Jalan KRT Pringgodiningrat, Beran, Tridadi. "Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh anggota tim dekontaminasi dan pemakaman satgas Covid-19, bekerja menggunakan alat pengaman diri (APD) bukanlah hal yang mudah, terlebih menangani dan mengebumikan jenazah," katanya.

Ia mengatakan, selain bermodal semangat kerja keras dan keikhlasan, setiap harinya sebelum menjalankan tugas, tim diberikan arahan atau safety briefing, evaluasi dan serah terima antarketua tim, serta selalu dalam pengawasan pengendali posko dekontaminasi. "Tim terdiri dari gabungan unsur BPBD Kabupaten Sleman, PMI Kabupaten Sleman, dan komunitas relawan di bawah koordinasi Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS)," katanya.

Tim dekontaminasi dan pemakaman ini, kata dia, telah menerima bimbingan teknis Panduan Desinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19, dan panduan tentang penggunaan APD bagi petugas dan pelatihan penanganan/pemulasaraan jenazah selama pandemi. "Tim juga terus berdiskusi tentang perkembangan terbaru Covid-19 bersama narasumber ahli. Selain itu, untuk memastikan kesehatan anggota tim, maka dilakukan vaksinasi Covid-19, pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement