Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Gangguan Layanan Telekomunikasi Jayapura Terus Dipulihkan

Jumat 14 May 2021 20:02 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Foto: Dok. Kem
Kabel fiber optik terputus di kedalaman lebih dari 4.000 hingga 4.050 mdl.

REPUBLIKA.CO.ID, PAPUA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura, Papua Barat berlangsung bertahap. Menkominfo menjelaskan, gangguan layanan telekomunikasi terjadi karena kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Indonesia Barat dan Indonesia Timur di Utara Jayapura terputus di kedalaman lebih dari 4.000 hingga 4.050 meter di dasar laut. 

"Kabel bawah laut ini yang menjadi tulang punggung transmisi data Indonesia Barat dan Indonesia Timur itu terputus, sehingga terjadi gangguan layanan telekomunikasi. Kami terus berusaha bersama operator seluler dan operator fiber optik bawah laut untuk memulihkan transmisi data dari kawasan barat ke kawasan timur dengan pemanfaatan microwave link, radio link dan berbagai sarana yang lain," kata dia dalam Halal Bihalal Virtual yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, dari Jakarta, Jumat (14/5).

Johnny memastikan pemulihan sepenuhnya baru bisa dilakukan pada Juni bulan mendatang. "Dan karenanya tentu tidak mengherankan saya apabila memang tadi di Mimika terjadi kendala yang berkaitan dengan transmisi data," ujar dia.

Kepada Menkopolhukam Mahfud MD, Menkominfo menyampaikan pada tahun 2021 dan 2022 jajarannya melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara masif dan besar-besaran di seluruh wilayah Papua Papua Barat. Hal itu sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan kita dapat selesaikan ini di akhir tahun 2022 nanti, dan peningkatan-peningkatan kapasitas layanan tentu akan semakin membaik dengan akan hadirnya satelit SATRIA 1 dengan kapasitas 150 Gbps, salah satu dari 5 satelit terbesar di dunia yang akan melayani keseluruhan Elektronic Government Indonesia," ujarnya.

Johnny berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut secara keseluruhan akan melayani kebutuhan digital masyarakat. Menkominfo menyatakan setiap menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan penggunaan bandwidth terus mengalami peningkatan. Seperti perayaan Idulfitri tahun ini, peningkatan trafik diperkirakan mencapai 30 persen.

"Khusus tahun ini sekitar 20 persen bahkan hampir 30 persen terjadi peningkatan trafik telekomunikasi, karena memang pemanfaatan ruang digital sudah mengambil peran aktif yang substantif dalam kehidupan manusia, mengambil peran yang besar bagi masyarakat kita," paparnya 

 

Pemulihan Bertahap

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permady menjelaskan, Kementerian Kominfo telah melakukan koordinasi dengan PT Telkom Indonesia sebagai penyelenggara layanan internet mengenai gangguan yang terjadi di Jayapura, Papua.

“Pihak Telkom mengonfirmasi adanya gangguan layanan sejak tanggal 30 April 2021 karena putusnya SKKL ruas Biak - Jayapura dengan titik lokasi 360 km dari Jayapura,” kata Dedy.

Menurut dia, pergeseran lapisan bumi dasar laut sebagai penyebab putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL). “Penyebab putusnya kabel ini diperkirakan adalah akibat pergeseran lapisan bumi di dasar laut. Hal ini mengakibatkan seluruh layanan Telkom Group mengalami gangguan dengan total trafik sebesar 135 Gbps,” jelasnya.

Menurut dia, Kemenkominfo akan terus melakukan pengawasan agar layanan telekomuniaksi bisa pulih seperti sediakala. “Kementerian Kominfo akan terus melakukan pengawasan dan update progress secara berkala, serta mendorong penyedia layanan internet untuk merespon hal ini dengan sigap,” tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA