Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Merencanakan Keuangan Berbasis Emas untuk Masa Depan

Jumat 14 May 2021 18:48 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari

Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas. Logam mulai atau emas terbukti sebagai pelindung nilai aset yang baik dan dapat melawan inflasi dari tahun ke tahun.

Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas. Logam mulai atau emas terbukti sebagai pelindung nilai aset yang baik dan dapat melawan inflasi dari tahun ke tahun.

Foto: ANTARA/FB Anggoro
Emas dikenal sebagai instrumen investasi yang paling populer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap tahapan kehidupan manusia pastinya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Entah itu mendapatkan universitas impian, pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria, hingga berinvestasi.

Jika berbicara mengenai investasi, tentu terdapat tujuan di baliknya. Ada investasi untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya melalui perencanaan keuangan berbasis emas.

Co-Founder dan CMO IndoGold, Indra Sjuriah, mengatakan emas terbukti sebagai pelindung nilai aset yang baik dan dapat melawan inflasi dari tahun ke tahun. Di dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai instrumen investasi yang paling populer karena dinilai aset kelas yang aman.

“Emas dapat diandalkan dalam meraih tujuan finansial pada masa depan. Perencanaan keuangan berbasis emas pada dasarnya menaruh uang yang anda sisihkan secara rutin untuk ditabung ke dalam bentuk emas. Tujuan finansial jangka panjang yang ingin diraih, dapat diwujudkan dengan cara tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Jumat (14/5).

Agar dapat mempermudah perencanaan keuangan berbasis emas, dia mencontohkan simulasi perencanaan dana pendidikan anak seperti dana pendidikan kuliah anak di kota besar yang dibutuhkan pada 2010 sekitar Rp 100 juta. Harga emas pada saat itu sekitar Rp 353 ribu per gram atau setara dengan 283 gram emas. Lalu, umumnya dana pendidikan anak naik setiap tahunnya, sehingga dana kuliah yang dibutuhkan pada 2020 sekitar Rp 225 juta.

Menurutnya harga emas pada saat itu sekitar Rp 774 ribu per gram atau setara dengan 290 gram emas. Dari contoh perhitungan tersebut, dapat terlihat bahwa gramasi emas yang dibutuhkan tidak jauh berbeda.

"Penerapannya tidak sulit dimengerti, yakni terlebih dahulu Anda menetapkan besaran dana dari tujuan finansial yang ingin diraih lalu dibagi dengan harga emas per gram saat ini. Kemudian Anda dapat mengetahui seberapa banyak gramasi emas yang dibutuhkan dalam meraih tujuan finansial tersebut," ungkapnya.

Menurutnya ketika tujuan finansial yang ingin diraih membutuhkan jumlah gram emas yang besar, menabung emas pada platform digital merupakan opsi terbaik. "Hal tersebut dikarenakan praktis dan aman terhindar dari risiko kehilangan ketika menyimpan emas fisik sendiri," ucapnya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA