Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Berada di Kerumunan dan Jaga Jarak 1 M, Ini Penjelasannya

Jumat 14 May 2021 11:24 WIB

Red: Agus Yulianto

Prof Tjandra Yoga Aditama

Prof Tjandra Yoga Aditama

Foto: Dok: pri
Berada lebih jauh dari orang lain, lebih aman ketimbang berada dekat bersama-sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan saran pada Anda yang terpaksa berada di dalam kerumunan. Misalnya, karena harus menyelesaikan urusan tertentu, terlebih di masa libur Lebaran saat ini demi terhindar dari Covid-19.

"Tetaplah dijaga jarak sedikitnya 1 meter dengan orang lain di sekitar kita. Ada juga yang menyebut jarak lebih jauh khususnya kalau di dalam ruangan," kata dia dalam pesan elektroniknya, dikutip Jumat (14/5).

Hal ini, sesuai dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Yakni, berada lebih jauh dari orang lain lebih aman ketimbang berada pada jarak dekat bersama-sama untuk mencegah penularan bila di sekitar Anda ada yang batuk, bersin atau berbicara keras.

Penularan virus penyebab Covid-19 diketahui melalui tetesan air pernapasan dari batuk, bersin atau bahkan berbicara seseorang yang terinfeksi pada orang lain. Apabila Anda terlalu dekat dengan seseorang yang terkena Covid-19, Anda bisa menghirup tetesan yang dia keluarkan, kata WHO.

Menjaga jarak setidaknya satu meter, menjadi salah satu anjuran para pakar kesehatan untuk menurunkan risiko Anda terkena lebih dari 80 persen. Tetapi, ini juga perlu dibarengi penerapan protokol kesehatan lain seperti penggunaan masker yang tepat dan baik serta kebiasaan selalu mencuci tangan.

Selain jarak, Anda juga disarankan mempersingkat waktu berada di dalam kerumunan. Tjandra menuturkan, semakin lama Anda menempatkan diri dalam kerumunan, maka semakin besar pula peluang Anda tertular Covid-19.

"Lebih pendek waktu seseorang dalam kerumunan, maka akan lebih kecil kemungkinan tertular Covid-19. Dan, kalau berlama-lama, maka makin  besar kemungkinan penularannya. WHO menyebutnya sebagai shorter time periods with others are safer," tutur Tjandra.

Dalam kondisi yang mengharuskan Anda bertemu dengan sejumlah orang, usahakanlah lokasinya berada di luar ruang. Ini karena, sesuai dengan anjuran WHO yakni udara terbuka lebih aman daripada ruangan tertutup. 

"Kalaupun terpaksa harus berada di dalam ruangan maka seharusnya ada ventilasi terbuka dengan udara luar," ujarnya.

Tjandra mengingkatkan, berada di dalam rumah saat ini jauh lebih aman. Kalaupun harus keluar rumah, pastikan itu sebatas untuk urusan mendesak."Tentu sudah jelas anjuran adalah agar lebih baik di rumah saja kalau tidaklah terlalu perlu ke luar," demikian pesan Tjandra.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA