Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Waketum MUI: Israel Merampok dan Merampas Tanah Palestina

Kamis 13 May 2021 22:02 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Erik Purnama Putra

Seorang pemuda mengibarkan bendera Palestina dengan latar Masjid Kubah Batu usai melaksanakan Shalat Idul Fitri di Kompleks Masjid Al Aqsa, Kota Yerusalem, Palestina, Kamis (13/5).

Seorang pemuda mengibarkan bendera Palestina dengan latar Masjid Kubah Batu usai melaksanakan Shalat Idul Fitri di Kompleks Masjid Al Aqsa, Kota Yerusalem, Palestina, Kamis (13/5).

Foto: AP/Mahmoud Illean
Kalangan Islam wajib bisa menghentikan dan mengutuk tindakan biadab tentara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), Anwar Abbas, mengajak umat Islam dan warga dunia untuk memberikan perlawanan dengan berbagai cara terhadap tindakan Zionis Israel di Yerusalem, Palestina. Pada Senin (10/4), Israel menyerang warga Palestina di Masjid Al Aqsa, Yerusalem.

Menurut Anwar, langkah nyata yang bisa dilakukan umat, adalah mendesak pemerintah dunia Islam untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Hal itu berlaku bagi negara yang menjalin hubungan dengan diplomatik.

"Serta memboikot semua bentuk transaksi dan perdagangan dengan negara penjajah dan teroris tersebut agar pemerintah Israel sadar dan menghormati hak orang lain, terutama hak dari rakyat dan bangsa Palestina," ujar ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tersebut di Jakarta, Rabu (12/5).

Menurut Anwar, tindakan polisi dan tentara Israel dalam memperlakukan anak-anak dan perempuan hingga orang tua di Palestina, sangat kasar dan tidak bisa diterima. Sehingga, dunia khususnya kalangan Islam wajib bisa menghentikan dan mengutuk tindakan biadab tentara Israel itu.

"Cara-cara seperti inilah yang mengundang lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme sebagai respon dan cara yang bisa mereka lakukan untuk membalas dendam atas kesakitan, kematian, dan ketidakadilan yang mereka terima," ujar Anwar.

Dengan dasar tersebut, sambung dia, jika dunia ingin tetap aman dan jauh dari tindak radikalisme dan terorisme, maka harus ada upaya dari internasional dalam mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina. Khususnya, segala bentuk kekerasan di Baitul Maqdis atau Kota Yerusalem secara keseluruhan.

"Israel di samping dia sudah merampok dan merampas tanah dari rakyat Palestina, mereka juga telah mengekang kebebasan umat Islam Palestina untuk beribadah," ucap Anwar.

Tak cukup sampai di situ, Anwar menambahkan, ancaman dari Israel juga sudah melewati batas. Hal itu terjadi, khususnya ketika mereka menyerang dan membunuh orang yang sedang beribadah tanpa ada belas kasihan.

"Hal ini jelas tidak bisa kita terima dan tidak bisa kita biarkan. Untuk itu, umat Islam di seluruh dunia harus bersatu dan tidak boleh tinggal diam," ucap Anwar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA