Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Direktur Intelijen AS Kunjungi Zona Demiliterisasi Korea

Kamis 13 May 2021 16:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pemandangan daerah Gaepung-gun di sisi Korea Utara dari Zona Demiliterisasi (DMZ)

Pemandangan daerah Gaepung-gun di sisi Korea Utara dari Zona Demiliterisasi (DMZ)

Foto: EPA-EFE/JEON HEON-KYUN
Kunjungan dilakukan sebelum pertemuan Presiden AS dengan Presiden Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Avril Haines mengunjungi zona demiliterisasi di perbatasan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) pada Kamis (13/5). Kunjungan itu dilakukan sepekan sebelum digelarnya pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Korsel Moon Jae-in.

Kantor berita Korsel, Yonhap, menerbitkan foto-foto Haines saat meninggalkan hotelnya di Seoul. Setelah itu dia dan delegasi AS lainnya bertolak menuju zona demiliterisasi dalam konvoi kendaraan.

Baca Juga

Haines diperkirakan akan turut mengunjungi Joint Security Area di desa Panmunjeoum. Itu merupakan desa gencatan senjata antar-Korea. Belum diketahui apakah delegasi AS meminta pertemuan dengan pejabat-pejabat Korut. Kedutaan Besar AS di Korsel belum memberikan komentar atas kunjungan Haines.

Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan dia tengah menunggu respons Korut untuk terlibat dalam pembicaraan damai. Moon mengatakan rela melakukan apa saja untuk mewujudkan hal tersebut.

“Jika ada kesempatan untuk memutar kembali jam perdamaian dan memajukan proses perdamaian di Semenanjung Korea, saya akan melakukan segala upaya. Kami menantikan tanggapan Korut,” kata Moon dalam pidatonya pada 10 Mei lalu.

Moon mengungkapkan dia tidak akan kehilangan kesabaran untuk proses perdamaian selama tahun terakhirnya sebagai presiden. Masa jabatan Moon telah memasuki tahun keempat. Komentar Moon perihal harapan perdamaian dengan Korut disampaikan menjelang pertemuan pertamanya dengan Presiden AS Joe Biden yang dijadwalkan digelar pada 21 Mei.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA