Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

B1617 Ditemukan di Kotim, Pantai Ujung Pandaran Ditutup

Rabu 12 May 2021 21:49 WIB

Red: Andri Saubani

Pantai Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Pantai Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Foto: Nora Azizah/Republika
Pantai Ujung Pandaran merupakan objek wisata andalan Kotawaringin Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memutuskan menutup objek wisata Pantai Ujung Pandaran saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mencegah merebaknya penularan Corona. Khususnya varian baru virus B.1.617 dari India yang sudah ditemukan ada di kabupaten ini.

"Penutupan Pantai Ujung Pandaran untuk mencegah menyebarnya varian baru virus Corona karena tingkat penularannya lebih tinggi atau lebih cepat dibanding Covid-19," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor di Sampit, Rabu (12/5).

Baca Juga

Pantai Ujung Pandaran menjadi perhatian serius karena merupakan objek wisata andalan Kotawaringin Timur. Saat libur Lebaran, pantai yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit itu biasanya didatangi ribuan wisatawan lokal dan luar daerah.

Potensi kerumunan itulah yang dihindari untuk mencegah penularan Covid-19 maupun virus B.1.617 yang bermutasi dan tidak terkendali di India. Untuk itulah pemerintah daerah memutuskan menutup Pantai Ujung Pandaran.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten sempat memutuskan akan membuka objek wisata itu saat libur Lebaran, setelah mendapat masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Namun, setelah mempertimbangkan kasus Covid-19 yang meningkat serta munculnya virus Corona varian B.1.617, Pemkab akhirnya memutuskan menutup objek wisata pantai tersebut.

Keputusan menutup diambil setelah dilakukan pengkajian, pertimbangan, serta pembahasan bersama instansi terkait. "Jika dibuka Pantai Ujung Pandaransangat rawan memicu penularan Covid-19. Jangan sampai malah memicu klaster baru, padahal kita sedang bekerja keras menekan penularan," jelas Halikinnor.

Meski menutup Pantai Ujung Pandaran, pemerintah daerah tetap membuka objek wisata lain. Khususnya objek wisata di dalam kota dengan pengawasan secara ketat untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

"Kuncinya adalah kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. Kalau kita semua mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, saya yakin penularan Covid-19 bisa terus ditekan, bahkan hingga berakhir," ujar Halikinnor.

Halikinnor meminta dukungan masyarakat agar pandemi virus Corona ini segera berakhir. Kegiatan ekonomi juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19 maupun varian baru virus Corona.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA