Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Khawatirkan Situasi di Gaza, PBB Minta Serangan Dihentikan

Rabu 12 May 2021 11:32 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Warga Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Senin, 10 Mei 2021.

Warga Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Senin, 10 Mei 2021.

Foto: AP/Mahmoud Illean
PBB menyoroti eskalasi ketegangan Palestina-Israel menuju perang skala penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Utusan Khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland menyoroti eskalasi ketegangan antara Palestina dan Israel. Menurutnya, kedua belah pihak sedang menuju perang skala penuh.

“Hentikan gejolak segera. Kita meningkat menuju perang skala penuh. Para pemimpin di semua sisi harus mengambil tanggung jawab deeskalasi,” kata Wennesland melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa (11/5), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Dia pun mengkhawatirkan situasi di Jalur Gaza. “Dampak perang di Gaza sangat menghancurkan dan ditanggung oleh masyarakat biasa. PBB sedang bekerja dengan semua pihak untuk memulihkan ketenangan. Hentikan kekerasan sekarang,” ujarnya.

Israel telah melancarkan serangan udara ke Gaza. Aksi itu dilakukan merespons peluncuran sejumlah besar roket oleh Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya ke wilayah Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan agresi Israel ke Gaza menyebabkan 30 orang tewas, termasuk seorang wanita dan sepuluh anak-anak. Selain itu, terdapat 203 korban luka. Sementara, Israel melaporkan tiga korban jiwa dan 31 luka.

Memanasnya situasi di Gaza tak terlepas dari eskalasi ketegangan di wilayah Yerusalem Timur. Sejak akhir pekan lalu, ribuan warga Palestina memprotes rencana Israel menggusur keluarga-keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah. Aksi itu berujung bentrok.

Kerusuhan juga terjadi di sekitar Kompleks Masjid al-Aqsa. Aparat keamanan Israel menembaki warga Palestina di sana dengan granat kejut dan peluru karet. Lebih dari 500 orang mengalami luka-luka. 

Tindakan Israel tersebut menuai kecaman dari dunia internasional, khususnya negara-negara Muslim dan Arab. Penyerangan terhadap warga Palestina di sekitar al-Aqsa menjadi alasan utama Hamas dan kelompok perlawanan Palestina di Gaza melancarkan serangan roket ke Israel. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA