Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Harga Daging di Lampung Melambung, Satgas Pangan Sidak

Selasa 11 May 2021 21:23 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andi Nur Aminah

Penjual daging melayani pembeli (ilustrasi)

Penjual daging melayani pembeli (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Satgas Pangan Provinsi Lampung melakukan sidang di pasar tradisional

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sehari menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 H, Selasa (11/5), harga daging sapi melambung sampai Rp 150 ribu per kg. Padahal, pada pertengahan Ramadhan harga daging sapi masih berkisar Rp 120 ribu per kg. Satgas Pangan Provinsi Lampung melakukan sidang di pasar tradisional Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan pemantauan Republika.co.id, Selasa (11/5), lapak-lapak penjualan daging sapi menjamur di pasar-pasar tradisional dan pinggir jalan besar. Penjual memberikan daging segar yang baru dipotong di tempat penjagalan. Namun, harga yang ditawarkan kepada konsumen telah mencapai Rp 150 per kg. Kenaikan harga tersebut dipicu banyaknya permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Baca Juga

Satgas Pangan Provinsi Lampung dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Lampung Elvira Umihanni bersama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lili Mawarti, perwakilan Polda Lampung AKBP Sastra Budi meninjau lapak-lapak penjualan daging sapi di pasar tradisional. Satgas Pangan mengunjungi Pasar Pasir Gintung, salah satu pasar terbesar dan terkenal di Kota Bandar Lampung.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disprindag Lampung Mohammad Zimmi, kenaikan harga daging sapi dipicu dengan dekatnya hari Lebaran Idul Fitri. Kenaikan harga daging berkisar Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu per kg. "Kami cek pasar karena harga sudah naik," katanya.

Tim Satgas Pangan Provinsi Lampung juga melakukan pengecekan stok daging di pasar dan juga Rumah Potong Hewan Tampan (Zbeef Indonesia). Ketersediaan daging sapi masih normal, namun harga memang masih tinggi. Satgas menyatakan, kenaikan dikarenakan banyaknya permintaan menjelang hari raya, hal tersebut terjadi setiap tahun dalam menghadapi hari besar.

Zimmi menyatakan, setelah Lebaran Idul Fitri harga daging akan menurun kembali dan normal seperti sebelumnya dikarenakan permintaan kembali menurun.

Penjual daging yang menggelar lapak-lapak kaget di pinggir jalan memudahkan konsumen untuk mendapatkan daging sapi segar. "Kami memang buka lapak-lapak pinggir jalan, agar konsumen mudah menjangkaunya, tidak perlu masuk pasar dengan ramai orang," kata Usman, penjual daging di Kemiling.

Mengenai harga daging yang mencapai Rp 150 ribu per kg, ia mengatakan sudah menjadi hukum pasar, bila banyak permintaan harga akan naik, dan bila permintaan berkurang harga akan kembali turun. Sekarang, ujar dia, mau Lebaran Idul Fitri, tentu masyarakat banyak yang ingin membutuhkan daging untuk stok Lebaran, sehingga harga daging juga ikut naik. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA