Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Warga yang Abai Prokes di Pusat Keramaian Dites Antigen

Selasa 11 May 2021 19:54 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Warga dites antigen Covid-19 di pusat perbelanjaan Kota Sukabumi

Warga dites antigen Covid-19 di pusat perbelanjaan Kota Sukabumi

Foto: istimewa
Kegiatan rapid antigen ini akan dilaksanakan setiap hari sampai H-1 Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Berbagai cara dilakukan agar warga agar taat protokol kesehatan. Misalnya dilakukan Pemkot Sukabumi yang menggelar rapid antigen Covid-19 bagi warga yang abai protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.

'' Pemkot menyiapkan mobile PCR bagi warga yang tidak menggunakan masker dan dijaring Satpol PP dan polres,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Hal ini disampaikan saat memantau pusat keramian kota di Jalan Ahmad Yani, Selasa (11/5).

Upaya ini sekaligus mengecek kondisi kesehatan warga. Langkah ini untuk memastikan warga yang datang ke pusat perbelanjaan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam pemantauannya wali kota juga meminta kendaraan warga yang parkir agar tertib. '' Hari ini memang cukup ramai pengunjung tapi masih bisa terurai,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

'' Kami juga berupaya mengurai kemacetan lalu lintas dan dorong PKL tidak liar dan berjualan sesuai aturan,'' kata Fahmi. Ia mengatakan pengunjung pusat perbelanjaan di kota bukan dari kota sebagian besar dari luar.

Sebab mereka nyaman belanja di Kota Sukabumi. Harapannya warga belanja di kota dengan protokol kesehatan yang dipenuhi termasuk pedagang dadakan harus ikuti aturan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Lulis Delawati menambahkan, kegiatan rapid antigen ini akan dilaksanakan setiap hari sampai H-1 Idul Fitri dengan target sasaran 100 orang per hari. Upaya tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di tengah meningkatnya aktivitas warga menjelang lebaran.

Dari pantauan di lapangan, warga yang berbelanja kebutuhan lebaran kebanyakan berasal dari luar Kota Sukabumi. Di antaranya berasal dari Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA