Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

FDA Setujui Vaksin Pfizer untuk Remaja

Selasa 11 May 2021 19:09 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

 Seorang petugas kesehatan memegang botol vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 saat dicairkan di laboratorium rumah sakit UZ Leuven di Leuven, Belgia, Minggu, 27 Desember 2020.

Seorang petugas kesehatan memegang botol vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 saat dicairkan di laboratorium rumah sakit UZ Leuven di Leuven, Belgia, Minggu, 27 Desember 2020.

Foto: AP/Frederic Sierakowski/Pool Isopix
Vaksinasi kepada anak-anak usia tersebut di AS rencananya dimulai pada awal pekan ini

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Badań Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) secara resmi menyetujui penggunaan vaksin untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (COVID-19) dari Pfizer bagi remaja berusia 12 hingga 15 tahun, pada Senin (10/5).

Vaksinasi kepada anak-anak usia tersebut di AS rencananya dimulai pada awal pekan ini. Meski demikian, komite penasehat vaksin dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih harus memberikan persetujuan terlebih dahulu, yang rencananya diputuskan pada Rabu (12/5).

“Perluasan izin penggunaan darurat FDA untuk Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 untuk memasukkan remaja berusia 12 hingga 15 tahun adalah langkah signifikan dalam memerangi pandemi COVID-19,” ujar Janet Woodcock selaku pejabat komisaris FDA dalam sebuah pernyataan, dilansir New York Post, Selama (11/5).

Woodcock mengatakan para orang tua dari remaja di kelompok usia tersebut dapat meyakini bahwa vaksinasi COVID-19 dapat diberikan kepada buah hati mereka dengan aman. Ia menegaskan bahwa FDA telah melakukan peninjauan yang cermat dan menyeluruh terhadap semua data yang tersedia dalam memastikan hal ini.

Sebelumnya, direktur CDC, Rochelle Walensky mengatakan bahwa vaksin Pfizer dapat disetujui penggunaannya bagi remaja pada pertengahan Mei. Setelah persetujuan diberikan, panel penasehat vaksin dari badan ini akan meninjau lebih lanjut data uji klinis dan membuat rekomendasi penggunaannya.

Sementara itu, perusahaan pengembang vaksin COVID-19 lainnya seperti Moderna Inc dan Johnson & Johnson juga tengah melakukan uji klinis produk pada anak usia 12 hingga 18 tahun. Moderna sebelumnya juga meluncurkan uji klinis untuk anak mulai usia enam bulan hingga 11 tahun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA