Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Arab Saudi Dukung Upaya Pengakhiran Pendudukan Israel

Selasa 11 May 2021 18:05 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Warga Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Senin, 10 Mei 2021.

Warga Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Senin, 10 Mei 2021.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Arab Saudi mengutuk serangan mencolok pasukan Israel ke Masjid al-Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk serangan mencolok pasukan Israel ke Masjid al-Aqsa. Kemenlu Arab Saudi mendesak komunitas internasional meminta pertanggungjawaban Israel atas eskalasi tersebut yang melanggar semua norma dan hukum internasional.

“Kementerian menegaskan kembali bahwa Kerajaan (Saudi) berdiri bersama rakyat Palestina dan mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mengakhiri pendudukan (Israel) serta mencapai solusi yang adil dan komprehensif bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai dengan resolusi internasional serta Inisiatif Perdamaian Arab,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi pada Selasa (11/5) dikutip dari laman Al-Arabiya.

Liga Dunia Muslim juga mengutuk serangan terang-terangan terhadap al-Aqsa dan jamaahnya. Organisasi tersebut menyerukan komunitas internasional mengakhiri kekerasan ini, melindungi hak rakyat Palestina, dan menjamin hak mereka menjalani ritual keagamaan. “Sebagai tambahan hentikan semua pelanggaran, serangan, dan segala bentuk kekerasan,” ucapnya.

Bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di sekitar kompleks Masjid al-Aqsa kembali berlanjut pada Senin. Setidaknya 305 orang dilaporkan terluka akibat kekerasan yang dilakukan personel keamanan Israel. Mereka menembakkan peluru karet dan granat kejut untuk memecah serta membubarkan massa.

Memanasnya situasi di Yerusalem Timur terjadi di tengah rencana penggusuran puluhan warga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah. Aksi protes digelar untuk menentang rencana tersebut sekaligus bentuk solidaritas kepada mereka yang terancam digusur.

Pecahnya kerusuhan mendorong Israel menunda persidangan tentang rencana penggusuran keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah. Mahkamah Agung Israel sebenarnya dijadwalkan mendengarkan banding terhadap rencana tersebut pada Senin.

Pengadilan yang lebih rendah telah memutuskan mendukung klaim pemukim Yahudi Israel atas tanah di Sheikh Jarrah. Warga Palestina memandang keputusan tersebut sebagai upaya Israel mengusir mereka dari Yerusalem yang dipersengketakan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA