Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

Selasa 11 May 2021 15:54 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Whatsapp

Whatsapp

Foto: EPA/Ritchie B.Tongo
Pengguna yang tidak setuju kebijakan privasi baru tidak serta merta kehilangan akun.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- WhatsApp akan mulai memberlakukan kebijakan provasi baru mulai 15 Mei 2021, empat hari dari sekarang. Sebelumnya, Facebook merencanakan perubahan kebijakan privasi WhatsApp pada 8 Februari lalu.

Saat kebijakan baru ini muncul, banyak reaksi muncul yang mengakibatkan WhatsApp menunda perubahan hingga 15 Mei. WhatsApp menggunakan waktu 3 bulan untuk menyosialisasikan kebijakan baru tersebut.

Baca Juga

Dilansir dari BGR, Facebook, perusahaan induk WhatsApp menegaskan dalam penjelasannya bahwa kebijakan privasi baru tidak akan mengubah enkripsi end-to-end yang melindungi obrolan dan panggilan. Perubahan hanya mempengaruhi data yang terkait dengan aktivitas e-commerce . Perubahan tersebut berhubungan dengan fitur-fitur bisnis yang bersifat opsional di WhatsApp.

Jika pengguna masih belum yakin untuk menyetujui pembaruan WhatsApp sampai 15 Mei,  fungsi WhatsApp pengguna akan dibatasi. “Tidak seorang pun yang akunnya akan dihapus atau kehilangan fungsionalitas WhatsApp pada 15 Mei karena pembaruan ini.”

"Anda tidak akan dapat mengakses daftar obrolan Anda, tetapi Anda masih dapat menjawab telepon masuk dan video call. Jika Anda mengaktifkan pemberitahuan, Anda dapat mengetuknya untuk membaca atau menanggapi pesan atau menelepon kembali telepon yang tidak terjawab atau panggilan video.”

“Setelah beberapa pekan dengan fungsi terbatas, Anda tidak akan dapat menerima panggilan masuk atau pemberitahuan dan WhatsApp akan berhenti mengirim pesan dan panggilan ke ponsel Anda.”

Facebook juga mengingatkan pengguna bahwa mereka masih dapat mengekspor riwayat obrolan jika mereka mau. Namun, perlu diingat bahwa tidak aktif di WhatsApp masih dapat menyebabkan penghapusan akun. Jika pengguna tidak aktif selama 120 hari, akun akan dihapus terlepas dari apakah mereka menerima perubahan privasi atau tidak.

Facebook menjelaskan bahwa tidak menerima perubahan persyaratan layanan pada atau setelah 15 Mei tidak akan mengakibatkan penghapusan akun secara langsung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA