Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Wandik Kota Bogor Minta Ortu Disiplin Prokes Demi PTM

Selasa 11 May 2021 13:51 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan

Simulasi pembelajaran tatap muka di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/3).

Simulasi pembelajaran tatap muka di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/3).

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Orang tua jangan teriak-teriak minta PTM tapi masih melanggar aturan dan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor meminta para orang tua untuk bisa disiplin terhadap anggota keluarga dalam mematuhi aturan pemerintah menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang.

Ketua Wandik Kota Bogor, Deddy Djumiawan Karyadi mengatakan, sebaiknya saat ini para orang tua mengalah demi anak-anaknya. Yakni dalam mendisiplinkan anggota keluarga, termasuk anak-anak sendiri dalam menaati aturan protokol kesehatan dari pemerintah.

“Jangan egois, teriak-teriak minta PTM dengan berbagai dalih, tapi masih ngelanggar aturan dan protokol kesehatan,” ujar Deddy melalui telepon selulernya, Selasa (11/5).

Pelanggaran yang dimaksud Deddy, antara lain masih memaksa melakukan mudik lebaran. Bahkan membuat surat tugas palsu. Padahal, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah sepakat menerapkan larangan mudik lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021. Baik mudik lokal atau di kawasan Jabodetabek, maupun di luar wilayah aglomerasi.

Di samping itu, menurut Deddy, pihak aparat maupun petugas harus disiplin dalam menegakkan aturan tersebut. Agar anak-anak di Kota Bogor bisa serentak melaksanakan PTM bersama siswa di daerah lain.

“Misalnya, memaksa mudik dengan ngakal-ngakalin surat tugas. Aparat juga mesti disiplin tegakin aturan, ya biar anak-anak bisa PTM nanti,” tuturnya.

Deddy menambahkan, seluruh pihak harus kompak dan berjuang bersama dalam melawan Covid-19. Dengan cara disiplin menjalankan protokol kesehatan dan menaati aturan yang dibuat pemerintah.

“Semua harus kompak dan berjuang bareng kalau enggak mau kalah sama pandemi Covid-19. Kita harus menang lawan Covid-19, dengan disiplin dan taat aturan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memaparkan, saat ini Kota Bogor tengah berstatus zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Jika masyarakat abai dan Kota Bogor kembali menjadi zona merah, siswa sekolah di Kota Bogor bisa gagal melaksanakan PTM secara serentak nantinya.

Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengontrol aktivitas dan mobilitas masyarakat. Sebab, Pemkot Bogor saat ini tengah memiliki target besar, yakni melaksanakan PTM secara serentak pada Juli 2021.

“Kita punya target besar. Di bulan Juli 2021, anak-anak bisa melaksanakan PTM lagi di sekolah. Kalau abai, sekarang zona oranye, nanti kita balik lagi ke zona merah. Kota-kota di wilayah lain udah bisa sekolah, anak-anak Bogor enggak bisa sekolah,” kata Dedie.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA