Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Dokter Siberia yang Merawat Navalny Dikabarkan Hilang

Selasa 11 May 2021 07:04 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

 Pada file foto Sabtu 20 Februari 2021 ini, pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny berdiri di dalam sangkar di Pengadilan Distrik Babuskinsky di Moskow, Rusia.

Pada file foto Sabtu 20 Februari 2021 ini, pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny berdiri di dalam sangkar di Pengadilan Distrik Babuskinsky di Moskow, Rusia.

Foto: AP / Alexander Zemlianichenko
Alexander Murakhovsky dikabarkan hilang saat dalam perjalanan untuk berburu.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Seorang dokter Siberia yang merawat kritikus Kremlin, Alexei Navalny ketika mengalami keracunan, dikabarkan hilang saat sedang dalam perjalanan untuk berburu. Pencarian terhadap Alexander Murakhovsky dilakukan di hutan wilayah Omsk, sekitar 2.200 kilometer di timur Moskow.

Murakhovsky meninggalkan markas perburuan di hutan dengan kendaraan pada Jumat (7/5). Kantor berita RIA yang mengutip pernyataan pemerintah daerah Omsk melaporkan, Murakhovsky keluar dari hutan sendirian dan melakukan kontak dengan penduduk desa Basly.

"Dia berada dalam kondisi normal meskipun sedang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Distrik Bolsheukovsky sebagai tindakan pencegahan," kata pihak berwenang seperti dikutip RIA.

Murakhovsky adalah kepala dokter di rumah sakit di kota Omsk di Siberia yang merawat Navalny setelah pingsan dalam penerbangan tahun lalu. Setelah negosiasi yang menegangkan dengan pihak berwenang, Navalny diterbangkan ke Jerman dari Omsk untuk perawatan lebih lanjut.

Tes laboratorium di tiga negara Eropa, yang dikonfirmasi oleh pengawas senjata kimia global, menetapkan bahwa Navalny telah diracuni dengan zat saraf Novichok. Kremlin berulang kali membantah bahwa pihak berwenang Rusia mencoba membunuh Navalny.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA