Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

PPKM Mikro Diperpanjang Sampai 31 Mei

Selasa 11 May 2021 09:02 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andri Saubani

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Tidak ada provinsi baru pada perpanjangan PPKM mikro jilid delapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memutuskan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro periode 18-31 Mei 2021. Periode ini adalah pelaksanaan PPKM mikro tahap kedelapan sejak pertama kali bergulir pada Februari lalu. Tidak ada provinsi baru yang akan masuk dalam daftar pelaksana PPKM mikro jilid delapan nanti.

"Tentu 18 sampai 31 Mei ini adalah periode dua minggu dari pascamudik hari raya Lebaran dan tentu pengetatan 3T nanti akan disampaikan Menteri Perhubungan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Senin (10/5) kemarin.

Dari evaluasi pelaksanaan PPKM mikro hingga tahap ketujuh saat ini, kawasan Sumatra jadi perhatian pemerintah pusat. Alasannya, sejumlah daerah di Sumatra melaporkan adanya kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan, pertambahan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, dan juga lonjakan mobilitas warga menjelang Lebaran.

Airlangga memerinci, dari 30 provinsi pelaksana PPKM skala mikro, tercatat 11 provinsi mengalami peningkatan konfirmasi kasus harian. Bahkan lima provinsi di antaranya dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Kelimanya adalah Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat.

"Sebagian itu akibat dari datangnya pekerja migran," kata Airlangga.

Tak hanya itu, peningkatan kasus harian juga telah menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) di tujuh provinsi berada di atas 50 persen. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Sumatera Utara dengan angka BOR 63,4 persen, Riau 59,1 persen, Kepulauan Riau 59,9 persen, Sumatera Selatan 56,6 persen, Jambi 56,2 persen, Lampung 50,8 persen, dan Kalimantan Barat 50,6 persen.

"Ini terutama kenaikan memang terjadi di Sumatera. Oleh karena itu Sumatera menjadi perhatian pemerintah. Sedangkan di Jawa terlihat bahwa BOR rata-rata di bawah 40 persen dan ini terendah sepanjang periode PPKM mikro," katanya.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut tren mobilitas penduduk nasional mengalami kenaikan pada tujuh hari terakhir. Tiga provinsi dengan mobilitas tertinggi yaitu Maluku Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Tenggara. Sementara tiga provinsi dengan mobilitas terendah adalah Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Riau.

"Kita lihat dalam bulan Ramadan ini sektor ritel, mal, dan toko bahan makanan mobilitasnya tinggi," katanya.

Indonesia sudah menjalankan tujuh jilid PPKM mikro. Jilid pertama dijalankan pada 9-22 Februari 2021. Berlanjut ke PPKM mikro jilid II pada 23 Februari sampai 8 Maret 2021. Kemudian PPKM mikro jilid III pada 9-22 Maret 2021. PPKM mikro jilid IV berlangsung pada 22 Maret sampai 5 April 2021. Jilid kelima berlangsung PPKM mikro jilid V dari 6-19 April 2021. PPKM mikro keenam pada 20-3 Mei 2021 dan terakhir, PPKM mikro ketujuh masih berlangsung dari 4 Mei sampai 17 Mei mendatang.

 

Baca Juga

photo
Perekonomian Indonesia pada kuartal I 2021 masih mengalami kontraksi. - (Tim infografis Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA