Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Menkes: Disiplin Prokes Cegah Penyebaran Varian Baru Covid

Selasa 11 May 2021 06:25 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri    / Red: Ratna Puspita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Foto: MUHAMMAD IQBAL/ANTARA
Penyebaran varian baru terkonsentrasi cukup besar di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Penerapan protokol kesehatan tersebut merupakan cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan virus Covid-19, khususnya sejumlah varian baru yang telah masuk ke Indonesia. 

"Itu (protokol kesehatan) adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini. Sekali lagi, penerapan protokol kesehatan 3M secara disiplin, juga penerapan protokol PPKM berskala mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan ini," ujar Menkes di Kantor Presiden, Jakarta. 

Baca Juga

Budi menyampaikan, terdapat tiga varian baru Covid-19 yang masuk kategori variant of concern dari WHO dan telah masuk ke Indonesia yakni varian London atau B117, varian dari Afrika Selatan atau B1351, dan varian dari India atau B1617. Menurut Menkes, penyebaran varian baru di Tanah Air berasal dari Arab Saudi, Afrika, India, dan Malaysia. 

"Penyebaran agak terkonsentrasi cukup besar di daerah Sumatera Selatan dan daerah Kalimantan. Jadi memang penyebarannya relatif cukup banyak di daerah Sumatera dan Kalimantan," ungkapnya. 

Untuk mengantisipasi agar ketiga varian baru tersebut tidak menyebar lebih luas, pihak Kementerian Kesehatan akan lebih intens melakukan genome sequencing di sejumlah daerah-daerah yang terpantau telah terdeteksi ditemukan varian baru tersebut. 

"Kementerian Kesehatan akan melakukan genome sequencing secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah kita lihat ada mutasi baru untuk bisa dengan segera memonitor pola penyebarannya sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerah-daerah lain," kata Budi. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA