Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Tausiah Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain Membahas Kematian

Selasa 11 May 2021 05:11 WIB

Red: Andri Saubani

Ustadz Tengku Zulkarnain

Ustadz Tengku Zulkarnain

Foto: Republika/Yogi Ardhi Cahyadi
"Enggak terasa saya dahulu saya kecil masih SD, sekarang sudah mau mati," ujarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Ali Yusuf, Febryan. A

Tausiah terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain beberapa waktu lalu di Kota Medan, Sumatera Utara, membahas tentang kematian. Hal itu diungkapkan oleh adik kandung almarhum, Tengku Akhiruddin,  di kediaman almarhum, Jalan Pasar I, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/5) malam.

Baca Juga

"Pada tausiah terakhir, almarhum mengatakan enggak terasa saya dahulu saya kecil masih SD, sekarang sudah mau mati," katanya.

Ia mengatakan, bahwa semasa hidupnya Ustaz Tengku Zulkarnain sering memberikan nasihat kepada keluarganya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Walaupun sekecil zara, dosa kita akan dihitung. Begitu juga dengan kebaikan yang kita perbuat, pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Ini pesan almarhum yang selalu saya ingat," katanya.

Ustaz Tengku Zulkarnain wafat saat dalam perawatan akibat terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Tabrani Kota Pekanbaru, Senin petang. Ia diketahui dirawat di rumah sakit sejak 2 Mei 2021. Keberadaan Tengku Zulkarnain di Pekanbaru dalam rangka Safari Ramadan 1442 Hijriah.

Solihin, yang merupakan menantu almarhum, menyatakan, semasa hidupnya, Ustaz Tengku Zulkarnain tidak memiliki riwayat penyakit yang serius. Terkait almarhum yang terpapar Covid-19 hingga ajal menjemputnya, ia mengaku bahwa keluarga sama sekali tidak terkejut, mengingat mobilitas almarhum yang cukup tinggi dalam berdakwah ke berbagai daerah

"Tidak ada penyakit serius yang pernah diderita almarhum. Kalaupun beliau sakit hanya penyakit ringan saja," kata Solihin.

"Tentunya kemungkinan beliau terpapar selalu ada. Kami mohon doa kepada semua agar almarhum diterima di sisi-Nya," ujar Solihin, melanjutkan.

photo
Sejumlah anggota keluarga dan kerabat berdoa bersama usai menshalatkan jenazah Ustadz Tengku Zulkarnain yang meninggal dunia akibat COVID-19 di halaman samping RS Tabrani Pekanbaru, Riau, Senin (10/5/2021) malam. Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia pada Senin (10/5/2021) akibat COVID-19 dan akan dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 di Palas, Rumbai. - (Antara/Rony Muharrman)
 

 

 

Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnaen dikebumikan di pemakaman khusus Covid-19 di Palas, Kota Pekanbaru, Riau. Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Polisi Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, petugas kepolisian turut mengawal proses pemakaman Ustaz Tengku Zulkarnain.

Jenazah ustaz tetap berada di dalam mobil ambulans saat dishalatkan, dan keluarganya juga telah hadir di RS Tabrani Pekanbaru. Mereka juga ikut menshalatkan dan mengantarkan almarhum ke pemakaman namun dengan jarak yang aman.

Seluruh keluarga dari Medan dan Pekanbaru ada di rumah sakit pada Senin malam. Semua anak, istri juga hadir saat Tengku Zulkarnain menghembuskan nafas terakhir. Sementara, kerabat almarhum menggelar shalat ghaib dan doa bersama di masjid yang bersebelahan dengan kediaman almarhum, di Jalan Pasar I Gang Barokah, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumut pada Senin malam.

Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, membenarkan bahwa Ustaz Zulkarnain meninggal dunia karena terpapar Virus SARS-CoV-2. "Benar, ustadz (Zulkarnain) sudah meninggal dunia. Baru saja satu menit setelah selesai adzan maghrib," kata Ian Machyar kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, Senin.

Ian menerangkan, kondisi almarhum terus memburuk sehingga harus mendapatkan perawatan dengan ventilator di ruang ICU RS Tabrani. Menurut Ian, Ustaz Zulkarnain dirawat setelah terkonfirmasi Covid-19 sejak 2 Mei.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan Ustaz Tengku Zulkarnain berada di Pekanbaru untuk melakukan safari dakwah keliling Riau saat bulan Ramadhan. Kemungkinan, dari kegiatan itu pria berdarah Melayu Deli tersebut terpapar Covid-19.

 

photo
Sholat Idul Fitri - (Republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA